Tampilkan postingan dengan label chiropraxi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label chiropraxi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Mei 2008

Shiatsu Memulihkan Saraf Terjepit

Shiatsu Memulihkan Saraf Terjepit

Alternatif Mon, 25 Jun 2007 13:30:00 WIB

Terapi shiatsu menenangkan sistem saraf somatik (saraf sadar} dan sistem saraf otonom (saraf tidak sadar). Terapi ini sukses mengobati gangguan saraf terjepit yang dialami Herry dan Sofyan.Januari 1991, Herry Suhartono (56) mengalami gangguan saraf terjepit. Saat itu ia sedang membantu tukang bangunan mengangkat balok kayu ukuran 8 x 12 meter."Saat angkatan pertama, di punggung saya terdengar suara 'kretek'. Tubuh terasa nyeri dan sakit sekali. Saya tak lagi bisa berdiri, apalagi bergerak secara normal. Saya lalu dibawa keluarga berobat pada seorang ahli patah tulang di daerah Sukabumi. Selama satu jam saya mendapat perawatan. Hasiinya, tubuh dapat digerakkan dan kembali ke posisi semula," papar Herry.Empat tahun kemudian, Herry kembali mengalami gangguan saraf. Saat sedang mengendarai mobil, tiba-tiba kaki kanannya tak bisa digerakkan untuk menginjak pedal rem. Mobilnya baru bisa berhenti setelah menabrak kendaraan yang berada di depannya.Ketika itu ia merasa kedua kakinya panas dan susah digerakkan. Dari pinggang hingga betis terasa seperti ditarik-tarik. Anehnya, beberapa jam kemudian gangguannya hilang."Kejadian itu tak cuma sekali terjadi. Lebih dari 3 kali saya menabrak mobil gara-gara kaki tak mampu digerakkan untuk menginjak pedal rem. Ini membuat saya harus bolak-balik berurusan dengan polisi dan bengkel mobil. Gangguan ini datang dan pergi.Akhirnya, awal tahun 1995 saya pergi pada seorang dokter spesialis bedah tulang di Bogor," tutur bapak dua anak ini.Tiga KapalDari pemeriksaan dokter, Herry dinyatakan mengalami gangguan saraf terjepit di lumbal nomor 4. la dianjurkan untuk menjalani operasi di daerah tulang ekor. Karena takut, ia tidak menjalani anjuran itu.Sejak saat itu, pria sumringah ini hanya mengonsumsi obat antinyeri saraf.Ia pun mulai mencari pengobatan alternatif. Ia mengaku berbagai praktisi pengobatan pernah didatangi, dari Bogor, Sukabumi, Jakarta, hingga Cirebon. Mulai dari yang menggunakan terapi air putih, pijat, pemanasan, fisioterapi, hingga penyinaran dan terapi diet, pernah dijalani.Sayangnya, semua itu belum membuahkan hasil maksimal, bahkan sakitnya makin sering kambuh. Selama empat tahun ia tak lagi bisa menggerakkan anggota tubuh."Untuk mandi dan buang air mesti dipapah. Makan dan minum hanya bisa dilakukan d atas tempat tidur. Ke mana-mana harus pakai kursi roda. Sudah tak terhitung biaya yang keluar.Tiga kapal pengangkut ikan, masing-masing seberat 580 ton, ikut terjual hanya untuk biaya pengobatan," kenang mantan eksportir ikan ke Jepang, yang pernah mempunyai karyawan 150 orang ini.Beruntung, tahun 2000 ia bertemu dengan Nina Radinah Taryaman di Gadog, Puncak, Bogor. Setelah diterapi shiatsu, kondisinya berangsur pulih.Ceritanya, tiga kali ditangani Oma, demikian Herry memanggil Nina, ia sudah bisa makan sendiri di meja makan. Sebulan diterapi shiatsu, ia sudah bisa mengemudikan mobil sendiri. Hingga kini, gangguan saraf terjepit tak lagi menyerang tubuhnya.Tiga BulanPengalaman serupa dialami Sofyan (45), karyawan perusahaan Indosement. Menurut Sofyan, gangguan saraf terjepit di daerah tulang belakang dialami ketika sedang bertanding tenis meja di kantornya, media Agustus 2005,"Saya salah langkah saat mengembalikan bola pingpong lawan. Tiba-tiba saja tubuh ini kaku dan sakit untuk digerakkan. Selama tiga bulan saya berbaring di rumah sakit. Keluar dari rumah sakit, tubuh terasa belum normal. Bila digerakkan ke kiri dan kanan masih sakit,” kenang Sofyan.Beruntung Sofyan mengenal Nina di Klinik GHS.Perawatan shiatsu yang diberikan Nina mengembalikan kelenturan saraf-saraf di tulang belakangnya. Seperti halnya Herry, ia tak lagi mengalami sakit. Hingga kini Sofyan masih sering diterapi shiatsu.Naluri Cegah PenyakitShiatsu, kata Nina Radinah Taryaman, berasal dari kata shi (jari) dan atzu (pijat).” Shiatsu yang dipraktikkan selama ini adalah teknik pijat yang dikembangkan Tokujiro Namikoshi, pendiri Nippon Shiatzu Shool di Jepang. Menurut teori shiatsu, titik utama dalam pemijatan mempunyai hubungan dengan titik bagian tubuh lainnya.Dengan demikian, ketika memijat titik-titik utama akan terjadi kesembuhan pada bagian-bagian yang sakit,” ungkap pemilik pusat pendidikan dan pelatihan pengobatan tradisional di kawasan Gadog, Puncak, Ciawi, Bogor ini.Pemijatan dengan shiatsu mempengaruhi fungsi seluruh tubuh, dari kelenjar hingga otot dan organ bagian dalam tubuh. Dijabarkan ketua II Asosiasi Penyembuh Alternatif Indonesia (Apali) ini, shiatsu bekerja atas dasar naluri manusia untuk mencegah penyakit.Saat diterapi, tubuh akan dibuat sedemikian rupa, sehinnga gejala penyakit yang membutuhkan perawatan dokter tak jadi muncul.Secara khusus, gangguan saraf terjepit bisa terjadi di berbagai tempat pada tubuh. Ada sejumlah titik perawatan untuk menyembuhkan gangguan saraf terjepit dengan menggunakan teknik shiatsu.Hal yang paling baik, kata penghusada yang berpraktik di Klinik GHS ini, untuk gangguan saraf terjepit, lakukan pemijatan terlebih dahulu di titik-titik dekat daerah yang sakit. Setelah itu, pijat titik-titik lain yang lebih jauh dari lokasi yang sakit. Namun, pada praktiknya, pijatan di daerah yang lebih jauh dari sumber sakit justru lebih efektif dibandingkan dengan titik-titik yang dekat dengan lokasi sakit.Berikut gambaran langkah-langkah untuk mengatasi gangguan saraf terjepit seperti yang dialami Herry dan Sofyan. Dengan menggunakan ibu jari atau tiga jari (manis, tengah dan telunjuk) dilakukan penekanan-penekanan awal. Pertama, pijat di semua titik daerah wajah dan kepala. Dimulai dari titik ubun-ubun, lalu turun tiga titik di belakang kepala. Pemijatan pada lokasi ini diulang sebanyak tiga kali, masing-masing tiga sampai lima detik.“Selanjutnya, selama 3 detik dilakukan pemijatan pada daerah kedua sisi belakang leher. Lalu pemijatan diarahkan pada bagian atas bahu kiri dan kanan, serta lima titik antara tulang punggung dan belikat. Turun kebawah, pijat 6 titik antara daerah punggung dan pinggang. Setelah itu pijatan dilakukan pada titik-titik kedua disisi luar pinggul.Pijatan diakhiri di daerah ketiak, lalu pangkal lengan, dada dan perut. Untuk menyembuhkan gangguan saraf terjepit, terapi shiatsu bisa dilakukan seminggu dua kali,”kata perempuan kelahiran Bandung, 30 Agustus 1934 ini.

Kiropraktik: Atasi Tulang Ngilu Pekerja Kantor

KiropraktikAtasi Tulang Ngilu Pekerja KantorAlternatif Mon, 18 Jun 2007 13:30:00 WIBStatistik menyebutkan, 50 persen pengguna komputer punya keluhan sakit pinggang. Kursi, meja, dan cara duduk yang tidak benar adalah penyebabnya. Memegang gagang telepon dengan tidak benar juga bikin sakit leher. Ini yang menyebabkan mereka perlu berhubungan dengan prkatisi kiropraktik atau kiropraktor.Shinta Dewi, warga Rawamangun, Jakarta Timur, mengalami sakit di tulang belakang bagian bawah, di lumbal 4 dan 5. la sering mengalami sakit pada pinggang. Rasa sakit menjalar ke kaki bagian bawah, hingga terasa baal. Berjalan tidak enak, duduk apalagi. la sempat berobat ke dokter dan menjalani fisioterapi sebanyak 12 kali. Sayangnya, semua itu tak memberi perubahan berarti.Shinta kemudian mencoba pengobatan kiropraktik Dr. Tinah Tan. Pada pertemuan pertama, Shinta diminta untuk rontgen. "Setelah dua kali dikoreksi oleh Dr. Tinah, saya merasakan adanya peningkatan. Rasa nyeri berkurang, sehingga dapat berjalan dan duduk agak lama. Pada pengobatan ke-3 dan 4, rasa baal hilang. Pengobatan selanjutnya dilakukan sebulan sekali, yang sebelumnya sekali dalam seminggu," tutur Shinta.Terapi kiropraktik dan latihan stretching yang diajarkan Dr. Tinah membuat sakit yang dirasakan Eny Restanti di tulang belakangnya lenyap. Demikian juga dengan Dr. Arleen Yulia, warga Ciracas, Jakarta Timur, yang mengalami susah buang air besar selama 40 hari.Menurut Dr. Arleen, ia sudah mengonsumsi obat pencahar serta makan buah dan sayur yang kaya serat, tetapi hasilnya nihil. Lalu, ia mengunjungi tempat praktik Dr. Tinah.Didiagnosis dengan kiropraktik, ia disebut mengalami gangguan pada tulang pinggul. Itulah yang membuat dirinya susah buang air besar (BAB). Berkat rutin menjalani pengobatan kiropraktik, ia sudah bisa BAB kembali secara teratur.Menormalkan PosisiKiropraktik adalah metode pengobatan untuk membetulkan persendian. Menurut Dr. Tinah, sistem saraf mengontrol fungsi setiap sel, organ, dan sistem tubuh. Karena itu, kiropraktor memusatkan perhatian pada sistem saraf secara menyeluruh.Otak dan saraf tulang belakang (spinal cord), kata Dr. Tinah, dilindungi oleh tengkorak dan tulang belakang. Berkurangnya pergerakan salah satu sendi tulang belakang akan mengiritasi sistem saraf. Iritasi ini menyebabkan penurunan suplai neuron ke jaringan dan organ, sehingga mengakibatkan fungsi jaringan dan organ tidak optimal."Penurunan fungsi ini dinamakan vertebra subluxation complex. Subluksasi adalah sendi tulang yang tidak bergerak dengan normal," kata ibu 3 anak ini.Kiropraktik dapat mendeteksi tujuh lokasi yang menyebabkan sakit di leher atau pundak Setelah anamnesis, dilakukan pemeriksaan curva tulang belakang pada leher, pergerakan antara sendi tulang belakang, dan mengukur tingginya pundak.Dalam praktiknya, Dr. Tina melakukan pemeriksaan dengan seksama untuk mengetahui fungsi sendi, otot, dan saraf. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya subluksasi (sendi yang bergerak tidak normal), perlu dilakukan koreksi secara kiropraktik. Koreksi berarti membantu tulang dan sendi ke posisi normal, menormalkan gerakan, dan menghilangkan iritasi yang kadang menyebabkan sakit dan malafungsi organ yang didiamkan terlalu lama.Ada banyak cara mengoreksi tulang belakang. "Dokter kiropraktik menggunakan tangan atau alat yang didesain khusus untuk mengoreksi sendi yang bermasalah. Dokter kiropraktik menyesuaikan teknik yang digunakan dengan usia pasien dan kasus yang ditanganinya. Koreksi membantu menormaikan fungsi tulang belakang dan menghindarkan kerusakan jaringan di kemudian hari. Jika fungsi saraf kembali normal, tubuh akan menyembuh dengan sendirinya (self healing)," paparnya.Bagaimana kita tahu sendi tubuh berkurang pergerakannya? Dengan melihat postur tubuh yang asimetris, seperti pundak atau pinggang tidak sama tinggi, leher kaku atau tegang, ada rasa sakit atau kaku pada tubuh. Juga bila sakit pada posisi tertentu atau saat melakukan gerakan tertentu, dan sakit di pagi hari, walaupun sudah beristirahat cukup lama.Yang bisa menyebabkan subluksasi apabila posisi tidur, duduk atau berdiri yang tidak benar. Juga karena proses melahirkan, trauma (kecelakaan), mengangkat barang dengan posisi tidak benar, atau olahraga yang tidak sesuai.Subluksasi tak selalu menyebabkan rasa sakit, sehingga biasanya orang tidak tedalu peduli. Padahal, subluksasi akan menimbulkan kerusakan tubuh yang lebih besar dan pada saat itulah orang tersebut baru merasakan sakit.Dari penelitian diketahui bahwa tubuh punya cara untuk menyembuhkan secara natural. Dengan mengoreksi sistem tubuh yang tidak benar (dalam hal ini sendi dan saraf), memungkinkan tubuh bekerja optimal.Postur Tubuh BaikTulang belakang merupakan penyangga tubuh, pelindung saraf, pembuluh darah, dan organ-organ tubuh. Aktivitas sehari-hari menentukan bagaimana tubuh terpakai. Menurut data United Kingdom Back Care, 50 persen pekerja yang menggunakan komputer mengeluhkan sakit di pinggang. Kursi, meja, dan cara duduk yang tidak benar merupakan penyebabnya.Selain sakit di pinggang, posisi kursi dan postur tubuh yang tidak benar bisa mengakibatkan sakit di leher dan punggung. Salah satu penyebab sakit leher bisa karena cara menerima dan memegang telepon dengan tidak benar. Posisi tersebut bisa menyebabkan ketidakseimbangan pada otot-otot leher. Pemilik Klinik Citylife Chiropractic, Kelapa Gading, Jakarta Utara ini menganjurkan penderita sakit di pinggang untuk memilih kursi dan meja yang sesuai dengan tinggi badan, sehingga dapat bekerja tanpa membuat kepala dalam posisi menunduk atau menengadah.Solusinya, berusahalah untuk duduk tegak dengan memperhatikan garis jatuh antara telinga, pundak, dan pinggul berada dalam satu garis lurus. Jangan duduk sepanjang hari, bangun dan lakukan peregangan setiap 30-45 menit. Perhatikan monitor setinggi pandangan mata. Bila diperlukan, gunakan reading stand untuk menyangga buku.Kebiasaan baik lain, perhatikan keyboard atau penggunaan mouse, sehingga pergelangan tangan tidak dalam keadaan tertekuk. Hindari pekerjaan dengan posisi tangan di atas kepala untuk jangka waktu lama. Angkatlah barang sesuai dengan kekuatan.Beberapa hal yang membantu meringankan sakit, yakni angkatlah barang sesuai kemampuan. Jangan duduk dalam waktu lama, lakukan peregangan setiap 20-30 menit. Jangan gunakan kursi yang terlalu empuk karena dapat memperburuk kondisi tubuh.Hindari juga pemakaian sepatu berhak tinggi karena dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan kaki. Sebisa mungkin, jangan berdiri dengan hanya bertumpu pada salah satu kaki, tumpuan harus berada di kedua kaki.Saat menyetir mobil, gunakan sabuk pengaman untuk menghindari cedera di tulang leher. Sesuaikan posisi kursi, bersikaplah rileks, dan hindari stres tinggi.Kebiasaan di rumah juga harus diperhatikan, seperti hindari membaca di tempat tidur kalau tidak mempunyai bantal yang bisa menyangga punggung dengan benar. Usahakan kekerasan matras sesuai dengan tubuh. Saat bangun dari tempat tidur, miringkan tubuh, tekuk kedua lutut ke arah dada dan turunkan kedua kaki ke lantai, lalu angkat tubuh dengan dibantu lengan.Menurut Dr. Tinah, bangun dalam posisi benar membuat leher dan pinggang dalam posisi tegak dan mencegah tarikan otot yang tidak perlu. Usahakan tidak tidur tengkurap karena akan membuat leher dalam posisi terputar dalam jangka waktu lama. Lalu, jangan tidur dengan satu tangan atau kedua tangan di atas kepala.Pilih bantal yang sesuai dengan leher dan lebar pundak Kalau kebanyakan tidur dengan posisi miring, pilih bantal yang selebar bahu, sehingga leher dalam keadaan lurus.Dr. Tinah juga menganjurkan untuk melakukan stretching (peregangan) rutin setiap hari, dengan perlahan, tidak menghentak. Olahraga ringan dapat membantu meningkatkan kekuatan otot seperti bersepeda, jalan, ataupun berenang sekitar 30 menit setiap hari. Kapan ke KiropraktikMenurut Dr. Tinah, ada beberapa hal mengapa Anda perlu ke kiropraktor, yakni apabila mengalami:1. Sakit kepala, terutama disekitar tengkuk dan dahi.2. Sakit pinggang, menjalar ke kaki atau tidak.3. Sakit ditubuh yang tidak ada diagnosisnya.4. Kesemutan, baal yang lama dan terus menerus.5. Nyeri di sekitar bahu depan dan belakang.6. Migrain (sakit kepala sebelah).7. Masalah di persendian tulang punggung.8. Nyeri di lengan dan kaki.9. Sciatica (nyeri/kaku di daerah pantat).10. Perut kembung dan sembelit pada anak.11. Kerusakan pada persendian.12. Masalah mengompol pada anak.13. Lutut sakit.14. Pencegahan epilepsi, bayi dilahirkan dengan bantuan alat vakum.