Tampilkan postingan dengan label Terapi kanker di Ponorogo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terapi kanker di Ponorogo. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Januari 2020

Terapi Pazien Kanker Payudara di Ponorogo

Apa itu kanker payudara ?
Bgm gejalanya kanker payudara?
Cek payudara anda ..
Ulasan singkat non Paz tentang kanker payudara ;
Suatu kanker yang terbentuk di sel-sel payudara.
Kanker payudara dapat terjadi pada wanita dan jarang pada pria.
Gejala kanker payudara termasuk benjolan di payudara, keluarnya cairan berdarah dari puting, dan perubahan bentuk atau tekstur puting atau payudara.
Edisi Senin full *sore - malam*
Selalu ada yg unik, salah satunya....
Pazien 31th, kanker payudara, diraba rasanya besar sebelah, sebesar telapak tangan bantat, kenceng seperti di tusuk tusuk nyeri, rasanya sampai siku, jari tangan bahkan sampai jg ke belikat belakang. Akhir akhir ini ada sesaknya juga. Pazien terlihat sangat beban diwajahnya stress, memikirkan penyakitnya sejak 9 bulan yg lalu. Memang didiagnosa sesuai SOP PAZ terjadi puntiran yg hebat / ekstrim disalah satu rangkanya dan ketarik kenceng sehingga muncul benjolan tersebut. Pazien sebelumnya sdh membayangkan akan menjalani operasi dan kemo pdhl merasa msh muda kok spt ini.
Kanker payudara menurut PAZ
Kita beri pengertian klo di PAZ itu benjolan, terjadi syaraf kejepit shg getah bening dan aliran darah TDK lancar.
Kata tumor / kanker itu sesuatu yg mengerikan / momok bagi siapa saja yg mendengarnya apalagi mengalaminya.
Pazien ternyata aktif mencari cari pengobatan & akhirnya ketemu dgn pengobatan PAZ ini. Pazien melihat bebrp kasus yg sama dan membayangkan langkah kedepannya bgm? Pemikiran pazien, pengobatan non paz kok spt itu? stadiumnya selalu meningkat stlh beberapa tahun, bahkan bebrp kali operasi, byk jg yg diangkat payudaranya lalu di kemoterapi jg smp target bebrp kali. Pazien intinya TDK mau seperti itu shg sampai stress memikirkannya. Pazien TDK mau alami yg spt itu rumit, panjang dan bahkan seperti TDK ada perubahan ke arah kesembuhan.
Terapi PAZ bagi kanker payudara
Setelah mendengar keluh kesah Pazien sambil tubuhnya digerakkan dan ditunjukkan daerah yg mana sj yg sakit & ternyata memang efeknya begitu dahsyat akibat puntiran dan tarikan / kenceng system rangka tsb. Sblmnya diterapi pesan sy, pazien rasakan sensasi bedanya stlh gerakan paz. Krn di paz ada bebrp gerakan, setiap gerakan diambil dari kasus sakitnya Nabi Ayub AS yg ada pd Al -Qur'an. Biasanya efeknya langsung terasa seketika, & keterangan Pazien sangat valid dlm indikator kesembuhan dan titik diagnosa awal. Sbb tubuh klo semakin menyimpang ada yg TDK beres pasti tubuh merasakan yg TDK enak dst. Sebaliknya apabila tubuh merasakan enak maka bs dikatakan mendekati kesembuhan. Itulah pentingnya alarm tubuh, jgn abaikan alarm tubuh kita, to terkadang Krn faktor obat maka alarm tubuh kita TDK ON bahkan mati. Itu akan menjadi masalah kedepannya seperti BOM waktu.
Intinya Paz itu.mengembalikan puntiran dan yg ketarik kenceng dikendurkan shg getah bening dan aliran darah lancar TDK macet / berhenti.
Setelah sekali dicoba gerakan PAZ pazien sdh merasakan bedanya, lanjut bebrp gerakan berikutnya hingga kita ulang putarannya. Apa yg terjadi berikutnya?...
Pazien setiap gerakan sedikit sedikit menggerakkan anggota tubuhnya yg biasa dirasakan sakitnya, serta meraba yg tadinya payudaranya mengeras bantat, nyeri spt ditusuk tusuk, dst.
Hasil setelah di PAZ
Hingga akhirnya Biidznillah alhmdllh pazien kaget bercerita sambil Brebes bahwa payudaranya sdh melunak hampir spt sebelahnya yg normal meskipun belum seperti semula, sy juga kaget mendengarnya spt TDK percaya, keluhan yg menyertainya sdh byk berkurang setelah bola bali digerakkan anggota tubuhnya sambil merasakan perubahannya. Sesaknya pun jg hilang, dada sdh plong. 3hr - seminggu cek lagi kontrol. PR nya tetap dikerjakan dirmh. Nyees dihati rasanya ikut bersyukur Ya Allah.
hy Allah SWT yg MAHA menyembuhkan.
MasyaaAllah Allahu Akbar😊
Pazien syaraf kejepit  (next story)...

kontak terapis di ... http://bit.ly/PazPonorogo
terapi paz Ponorogo, terapi kanker Ponorogo, terapi tumor ponorogo, terapi kanker payudara Ponorogo, terapi benjolan Ponorogo, paz Ponorogo, pengobatan kanker payudara ponorogo, bekam ponorogo, terapi kanker madiun, terapi kanker payudara madiun, terapi tumor madiun, terapi kanker magetan, terapi kanker ngawi, terapi kanker pacitan, terapi kanker saradan, terapi kanker caruban, terapi kanker trenggalek, terapi paz madiun, terapi paz magetan, terapi paz temboro, terapi paz sarangan, terapi paz tawang mangu.


Selasa, 06 Agustus 2019

SEL KANKER & GLUKOSA (Karbohidrat & Gula)

Sel Kanker adalah sel yang memiliki karakter berkembang dan membelah cepat, dimana sel Kanker akan memproduksi kebutuhan untuk pembelahan sel nya melalui jalur Pentose Phosphate Pathway yang menghasilkan nucleotide dan ribosome untuk menghasilkan DNA bagi sel turunannya (daughter cells).
Selain itu sel Kanker juga menggunakan jalur “de Novo Lipogenesis” (Pembentukan Lemak didalam Sel) untuk mensuplai kebutuhan lipid dan phospolipid sebagai bahan baku sintesis membran sel bagi kebutuhan pembelahan sel turunannya.
Dari mana bahan baku untuk sel kanker berkembang ini ?
GLUKOSA dan GLUTAMINE 2 substrate yang Non-Essensial ditubuh manusia dan dapat diproduksi sendiri didalam tubuh.
Glukosa merupakan sumber karbon yang sangat penting bagi sel Kanker, dimana degradasi rantai karbonnya dapat memberikan bahan baku untuk memproduksi sel-sel turunannya. Glukosa adalah sumber karbon utama dalam jalur “Pentose Phosphate Pathway” (Jalur produksi Nucleotide) yang sangat penting untuk sintesis DNA dan Nucleus (inti sel) bagi sel Kanker.
Selain itu glukosa merupakan sumber bahan baku pembentukan Lipid (Lemak) didalam sel, dimana Citrate sebagai hasil turunan Acetyl CoA didalam rantai “Krebs Cycle” akan ditransportasikan ke Cytosol untuk menjadi bahan baku pembentukan Lipid dan Phospolipid dijalur “Fatty Acid Synthesis”.
Glutamine sebagai salah satu rantai amino acid, adalah precursor yang dapat digunakan untuk membentuk turunan Glukosa di dalam sel. Glutaminolysis adalah jalur metabolisme Glutamine untuk menghasilkan Oxaloacetate dan Citrate yang dapat digunakan sebagai substrate dijalur anabolik sel Kanker. Glutamine akan dirubah menjadi Glutamate, lalu akan dilanjutkan menjadi Alpha Keto-Glutarate yang akan memberikan precursor untuk rantai parsial dari “Krebs Cycle” dalam menghasilkan Oxaloacetate maupun Citrate.
Oxaloacetate ini adalah substrate Gluconeogenesis (Pembentukan Gula Baru) dimana sel kanker akan merubah Oxaloacetate menjadi Malate (melalui katalisasi Malic Enzyme), dan mentransportasikannya ke Cytosol, dan dilanjutkan ke jalur Gluconeogenesis untuk menghasilkan “Glukosa Baru” didalam sel.
Glukosa baru inilah sumber Precursor untuk jalur “Pentose Phosphate Pathway” yang Penting untuk memproduksi inti sel baru sebagai turunan sel Kanker. Dan tidak hanya itu, sel Kanker mengalami kegagalan kemampuan Oxidative di Mitochondria, dimana Citrate, yang dihasilkan dari kondensasi antara Oxaloacetate dan Acetyl CoA, tidak bisa dilanjutkan untuk memenuhi seluruh sirkulasi dari “Krebs Cycle”. Sehingga penumpukan Citrate di jalur ini, akan ditransportasikan ke Cytosol dan masuk kedalam jalur Sintesis Lipid dan Phospholipid. Hal ini sangat mendukung dalam pembelahan sel Kanker dimana, substrate untuk pembentukan membran sel bagi sel turunannya, mutlak diperlukan.
Ini sebabnya sel Kanker adalah sel yang memiliki keunggulan biologis, saat substrate utamanya yaitu GLUKOSA tersedia dalam jumlah banyak. Dan sudah jelas sekali dari cara kerja PET SCAN, didunia medis, dimana menunjukkan betapa kuatnya kemampuan Sel Kanker untuk menyedot Glukosa melalui GLUT-1 Reseptornya. Sehingga anomali dari karakter sel Kanker ini dijadikan acuan untuk mekanisme pendeteksian sel Kanker atau Metastase nya diseluruh tubuh manusia.
Keunggulan sel Kanker dibanding sel normal ini, didapat dari kemampuannya untuk melepas ikatan Mitochondria dari proses metabolisme Sel Kanker tersebut (Mitochondria Uncouppling). Hal ini sangat menguntungkan bagi sel Kanker, karena bila sel Kanker tidak bisa melepas pengaruh Mitochondria sebagai generator energi didalam sel, yang bersifat Oxidative (menggunakan Oksigen-O2) maka abnormalitas sel Kanker untuk membelah tanpa batas (infinite) sudah tentu akan terhambat.
pet-scan-kanker-normal
Mitochondria sebagai generator energi didalam sel normal, berfungsi untuk menghasilkan energi (ATP) dengan efisien. Dimana dengan menggunakan jalur Mitochondria, maka degradasi karbon dari makronutrisi (contohnya Glukosa) akan menghasilkan energi (ATP) dalam jumlah yang besar dan efisien. Kontras dengan sel kanker, yang melepas fungsi Mitochondria didalam sel nya. Sel Kanker memilih menggunakan jalur “Primitif” yaitu Fermentasi (Aerobic Glycolysis) untuk menghasilkan energi (ATP) selnya.
Cara kerja Fermentasi ini sangatlah tidak efisien, karena hasil dari degradasi 1 molekul Glukosa, hanya mampu menghasilkan net ATP sebanyak 2ATP. Kontras dengan sel normal yang mampu menghasilkan net ATP sebanyak 36 ATP dari proses oksidasi sempurna 1 molekul Glukosa, melalui Mitochondria (Oxidative Phosphorylation).
mitochondria
Lalu mengapa sel Kanker memilih jalur Fermentasi yang sangat tidak Efisien ini ?
Ternyata jawabannya adalah untuk kepentingan “Pembelahan Sel” yang cepat.
Karena sel Kanker membutuhkan Glukosa tidak hanya untuk respirasi menghasilkan energi saja, namun juga dibutuhkan untuk menghasilkan Biomass bagi kebutuhan pembelahan sel yang abnormal. Ini sebabnya sel Kanker membutuhkan dan selalu menggunakan jalur “Fermentasi” yang akan menghasilkan Substrate yang diperlukan bagi proses pembelahan sel yang CEPAT dan EFEKTIF, seperti meningkatnya aktivitas di jalur “Pentose Phosphate Pathway” untuk sintesis DNA/Inti Sel, dan meningkatnya aktivitas di jalur “de Novo Lipogenesis” untuk sintesis Lipid/Phospholipid sebagai bahan baku membran sel baru.
GLUKOSA adalah KUNCI dari perbedaan sel Kanker dan sel Normal.
dan GLUTAMINE adalah substrate pendukung bagi metabolisme sel Kanker untuk menghasilkan precursor yang mendukung jalur Anabolik nya (Oxaloacetate dan Citrate).
Sel Normal sebagai sel yang membelah dengan “ATURAN” selalu terkontrol oleh “Mitochondria” sebagai “Generator Energi” didalam sel. Dimana Mitochondria akan memicu Apoptosis (Sel Bunuh Diri) saat terjadi kegagalan secara menyeluruh dalam fungsi Mitochondria ini.
Namun Keuntungan sel Normal dalam menggunakan jalur oksidasi sempurna dari metabolisme sel melalui Mitochondria, adalah kemampuannya menggunakan berbagai substrate lain untuk menghasilkan Energi (ATP). Substrate itu adalah Glukosa, Amino Acid (Protein) dan Fatty Acid/Ketone (Lemak dan Turunannya).
Kontras dengan sel Kanker yang memiliki ketergantungan akan GLUKOSA secara mutlak. Dimana saat sel Kanker memilih untuk menggunakan jalur Fermentasi (Aerobic Glycolysis) secara dominan, maka berkurangnya substrate Glukosa akan sangat mempengaruhi kemampuannya untuk membelah/berkembang dan menekan eksistensinya didalam tubuh manusia.
Inilah kunci utama, pentingnya menghindari Glukosa (Karbo) dari sumber makanan, bagi penderita Kanker. Karena dengan dominasi Karbohidrat dimakanannya, otomatis akan memberikan keunggulan bagi sel Kanker untuk memperoleh bahan bakar Fermentasi. Sudah jelas pula saat Glukosa hadir dari sumber makanan (Exegenous) maka sel Kanker akan lebih unggul dalam menyedot ketersediaan Glukosa didarah dibandingkan sel-sel normal lain ditubuh.
Lihat cara kerja PET SCAN, bila sel normal memiliki kemampuan yang sama dengan sel Kanker, dalam menyedot GLUKOSA, maka sudah pasti PET SCAN tidak akan optimal dalam mendeteksi sel-sel Hipermetabolik seperti sel kanker ini.
Saat kita mengalihkan metabolisme kita menuju Ketosis (Metabolisme Lemak), maka kebutuhan akan Glukosa ditubuh, akan jauh berkurang. Kebutuhan Glukosa yang wajib ditubuh hanya sekitar 25% saat tubuh sudah masuk ke kondisi Ketosis yang optimal.
Dan kebutuhan Glukosa yang mutlak ini, akan sangat mudah dipenuhi oleh proses Gluconeogenesis (Pembentukan Gula Baru) di liver. Dimana saat kadar Glukosa menurun akibat hilangnya substrate Glukosa disirkulasi darah (Puasa dan Rendah Karbohidrat), maka tubuh akan beralih menggunakan Lemak sebagai bahan bakar utama diseluruh tubuh. Dimana liver juga akan mengubah Lemak bebas (Free Fatty Acid) menjadi Ketone (pengganti Glukosa di Otak) yang diperoleh dari Lipolysis (Degradasi Triglyceride) terhadap jaringan lemak cadangan ditubuh dan juga dari asupan makanan (Rasio Ketogenic).
Inilah keuntungan dari Adaptasi terhadap Puasa yang sebenarnya. Dimana manusia tidak lagi ketergantungan dengan Glukosa, yang sumbernya mutlak dari makanan. Dan dengan beralih ke metabolisme Lemak, maka Puasa menjadi hal yang sangat mudah dilakukan, dimana sumber energi sebenarnya manusia, yang juga disimpan dalam jumlah besar ditubuh (Jaringan Lemak) dapat dengan mudah diakses, dan menggantikan dominasi Glukosa yang hanya sedikit simpanannya ditubuh, dan sangat tergantung dari sumber makanan untuk mengisinya kembali.
Gluconeogenesis di Liver akan mencukupi kebutuhan glukosa yang mutlak ditubuh, walau dikondisi Ketosis sekalipun. Yaitu untuk sel-sel ditubuh yang tidak memiliki Mitochondria, seperti halnya sel-sel darah merah, dan 20% sel otak yang primitif.
Jadi sudah jelas, bahwa sel Kanker dan sel Normal, adalah sel yang memiliki perbedaan mutlak di cara respirasinya (Metabolisme) untuk menghasilkan Energi (ATP). Karena sel Kanker adalah sel yang sangat ketergantungan akan melimpahnya (dominasi) sumber Glukosa ditubuh. Karena cara menyimpangnya cara hidupnya, yang memilih jalur Fermentasi, demi memenuhi kebutuhan pembelahan sel yang abnormal dan tidak terkontrol.
Namun sel Normal sebagai sel yang memiliki sifat pembelahan yang terkontrol, jelas harus memiliki Mitochondria sebagai generator energi didalam sel yang efisien dalam menghasilkan energi (ATP), dan juga fungsi Mitochondria sebagai pengontrol atas pembelahan sel abnormal, menjadi ciri pembeda sel Normal dengan sel Kanker yang abnormal.
Protein dan Lemak, adalah substrate yang Essensial bagi kehidupan manusia. Dimana Protein dan Lemak merupakan bahan baku untuk energi (ATP) dna juga untuk sintesis sel baru didalam tubuh.
Jika cara melawan sel Kanker adalah dengan menghindari konsumsi Protein dan Lemak, maka sudah jelas akan merugikan sel normal pula sebagai sel yang butuh bahan baku untuk perbaikan dan regenerasi sel ditubuh.
Perbedaan utama dari utilisasi Protein dan Lemak ditubuh, antara sel Kanker dan sel Normal, terletak pada inisiasi penggunaannya. Dimana sel Kanker akan mengambil substrate amino acid (Protein) dan Lipid (Lemak) dari sirkulasi didarah, dan hanya sebagai tambahan bahan baku dari proses pembelahan sel abnormalnya sendiri yang sudah cepat, dan lebih mengandalkan utilisasi Glukosa di jalur fermentasi yang menyediakan sebagian besar kebutuhan produksi Nucleotide (biomass / Protein) dan Lipid (Membran sel / Lemak) untuk sel-sel turunannya.
Sedangkan sel-sel normal mengandalkan ketersediaan substrate amino acid (Protein) dan Lipid (Lemak) dari sirkulasi darah lebih banyak, untuk melakukan pembelahan sel yang normal dan terkontrol.
Sudah jelas bukan Protein dan Lemak yang harus dihindari, melainkan Glukosa (Karbohidrat) sebagai bahan baku Fermentasi yang paling utama di sel Kanker, dan bukan bahan baku essensial bagi manusia (Karbohidrat = Non Essensial).
Dengan beradaptasi ke metabolisme lemak, maka manusia akan menemukan kembali bahan bakar ideal yang sebenarnya. Bahan bakar yang memang diciptakan bagi manusia, saat Pola Hidup manusia tidak berlimpah dengan surplus makanan seperti saat ini. Metabolisme Lemak adalah metabolisme bertahan hidup manusia, dimana manusia itu makan untuk hidup (Sering Berpuasa), dan bukanlah hidup untuk makan (Selalu Makan).
Ingat apa penyebab Kanker didiri anda.. apakah karena sering berpuasa, atau karena sering makan ?
Ingat 3 fundamental penyakit dimanusia
Semua penyakit modern saat ini hanya berasal dari, Kepala, Mulut dan Aktivitas.
Kepala = Stress, dan Perilaku Negatif
Mulut = Selalu Makan dan Tidak membatasi diri
Aktivitas = Tidak aktif (Sedentary) atau bahkan bermalas-malasan.
Glukosa = Oxidative Stress diotak, dan mudah memicu Hypoglycemic, sehingga mewakili ekspresi negatif dari psikologi manusia.
Glukosa = Selalu Makan (Ketergantungan Makanan untuk sumber energi)
Glukosa = Memicu hyperglycemic, dan hyperinsulinemia, lalu membuat tubuh menjadi anabolik dan mengalami penurunan aktivitas.
Apakah sudah Ingat apa penyebab Penyakit yang dimiliki sekarang ? atau masih LUPA dan mencari apa yang harus dimakan untuk mengatasi Sakit yang dirasakan saat ini.
Dimana jawabannya sudah tersedia sejak awal masa.. yaitu PUASA
Be Smart, Be Wise
Knowledge is Power
Science doesn’t Lie, but People Does
By : Tyo Prasetyo

support by:
https://bekam-ponorogo.blogspot.com/


#kanker ponorogo, #pengobatan kanker ponorogo, #tumor ponorogo, #pengobatan tumor ponorogo, #bekam ponorogo, kanker ponorogo, pengobatan kanker ponorogo, tumor ponorogo, pengobatan tumor ponorogo, bekam ponorogo