Tampilkan postingan dengan label bekam ponorogo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bekam ponorogo. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Desember 2019

Hubungan Dislokasi Tulang Belakang Dengan Penyakit

Menurut Masayuki Saionji,  sulit menemukan orang yang memiliki struktur tulang yang sempurna, perbandingannya satu banding seribu, dislokasi yang sering terjadi adalah dislokasi sejak mula kelahiran, ini terjadi di karenakan dislokasi sang ibu, dislokasi yang di alami ibu akan membuat otot2 di sekitar rahim menjadi keras, ketika terjadi persalinan tersebut bayi dengan tubuh yang lunak dan lentur membentur dinding rahim, bayi  menjadi dislokasi pada saat kelahiran pertamanya. Kasus dislokasi lainnya di kaenakan  factor kecelakaan, terjatuh,  dan aktivitas sehari2,,,
mengetahui apakah tulang belakang anda mengalami dislokasi atau tidak itu hal yang sangat penting
mengetahui dislokasi tulang belakang dengan mengetahui keluhan dan penyakit yang di derita:

Penyakit :

Sakit kepala, migren, pusing, sinus alergi lelah,gangguan penglihatan, pilek, sakit tenggorakan, leher kaku, batuk sesak.. ini di akibatkan dislokasi di C1,C2,C3,C4

KELUHAN PENYAKIT

Sesak nafas, ashma, kesemutan di ujung jari tangan,  darah tinggi, ini di akibatkan dislokasi pada C5,C6,C7,C8

Keluhan penyakit

Kesemutan pada ujung tangan, sesak nafas, ashma, liver penyakit kuning, gangguan jantung, maag, gangguan, penyakit ginjal , ini di akibatkan oleh dislokasi pada T1 sampai dengan T12

Keluhan penyakit:
  
Radang usus, sakit perut , diare, susah buang air besar, hernia,nyeri pinggang , gangguan menstruasi, kaki kesemutan ini di akibatkan oleh dislokasi di  L1 sampai dengan L5

Apabila ruas ruas tulang belakang ada kelainan, dapat mengakibatkan susunan syaraf menyempit atau tersumbat, hal ini terjadi terjadi karena instruksi dari otak tidak bisa disampaikan kebeberapa organ tubuh, sehingga tubuh tidak dapat menangkal rangsangan dari luar atau bakteri yang masuk, akibatnya organ-organ tubuh mengalami kelainan atau mudah sakit.
Syaraf-syaraf dari cabang-cabang ruas tulang belakang saling berkaitan dengan syaraf-syaraf organ dalam tubuh serta syaraf-syaraf diantara satu dengan yang lainnya.
Salah satu ruas tulang belakang yang menjadi osteoporosis, dapat mengakibatkan kelainan pada organ dalam tubuh.
Dengan kata lain, mengembalikan kelainan ruas tulang belakang menjadi normal, dapat menyembuhkan kelainan pada organ dalam tubuh.

1. Rangsangan terhadap ruas tulang cervic bagian atas dapat memperkuat mata, telinga, peredaran darah dan organ dalam
2. Rangsangan terhadap ruas tulang cervic bagian bawah dapat memperkuat jantung, kerongkongan, dua belah tangan, vagus nerve, mata, dan telinga
3. Rangsangan terhadap ruas tulang thoracic 1 dan 2 dapat memperkuat trachea, paru- paru, jantung, dan dua belah tangan
4. Rangsangan terhadap ruas tulang thoracic 3, 4, dan 5 dapat memperkuat paru-paru, jantung, liver, lambung, dan mata.
5. Rangsangan terhadap ruas tulang thoracic 6,7,dan 8 dapat menguatkan lambung, liver, adrenal, diapragma
6. Rangsangan terhadap ruas tulang thoracic 9, 10, dan 11 dapat memperkuat ginjal, kantong kemih, liver, dan uterus
7. Rangsangan terhadap ruas tulang thoracic 12, lumbar 1 dan 2 dapat memperkuat usus besar, kantong kemih, liver, dan lambung
8. Rangsangan terhadap ruas tulang lumbar 3 dapat memperkuat organ gynekolog
9. Rangsangan terhadap ruas tulang lumbar 4 dan 5 dapat memperkuat dua belah kaki, usus besar, kantong kemih, dan prostat
10. Rangsangan terhadap sacrum dapat memperkuat kantong kemih, organ gynekolog, dan anus.

#paz indonesia
#paz ponorogo
#paztrooper Ponorogo
#PBI Ponorogo

alamat ini : Http://bekam-ponorogo.blogspot.com

Kontak terapis di ... http://bit.ly/PazPonorogo

Selasa, 06 Agustus 2019

SEL KANKER & GLUKOSA (Karbohidrat & Gula)

Sel Kanker adalah sel yang memiliki karakter berkembang dan membelah cepat, dimana sel Kanker akan memproduksi kebutuhan untuk pembelahan sel nya melalui jalur Pentose Phosphate Pathway yang menghasilkan nucleotide dan ribosome untuk menghasilkan DNA bagi sel turunannya (daughter cells).
Selain itu sel Kanker juga menggunakan jalur “de Novo Lipogenesis” (Pembentukan Lemak didalam Sel) untuk mensuplai kebutuhan lipid dan phospolipid sebagai bahan baku sintesis membran sel bagi kebutuhan pembelahan sel turunannya.
Dari mana bahan baku untuk sel kanker berkembang ini ?
GLUKOSA dan GLUTAMINE 2 substrate yang Non-Essensial ditubuh manusia dan dapat diproduksi sendiri didalam tubuh.
Glukosa merupakan sumber karbon yang sangat penting bagi sel Kanker, dimana degradasi rantai karbonnya dapat memberikan bahan baku untuk memproduksi sel-sel turunannya. Glukosa adalah sumber karbon utama dalam jalur “Pentose Phosphate Pathway” (Jalur produksi Nucleotide) yang sangat penting untuk sintesis DNA dan Nucleus (inti sel) bagi sel Kanker.
Selain itu glukosa merupakan sumber bahan baku pembentukan Lipid (Lemak) didalam sel, dimana Citrate sebagai hasil turunan Acetyl CoA didalam rantai “Krebs Cycle” akan ditransportasikan ke Cytosol untuk menjadi bahan baku pembentukan Lipid dan Phospolipid dijalur “Fatty Acid Synthesis”.
Glutamine sebagai salah satu rantai amino acid, adalah precursor yang dapat digunakan untuk membentuk turunan Glukosa di dalam sel. Glutaminolysis adalah jalur metabolisme Glutamine untuk menghasilkan Oxaloacetate dan Citrate yang dapat digunakan sebagai substrate dijalur anabolik sel Kanker. Glutamine akan dirubah menjadi Glutamate, lalu akan dilanjutkan menjadi Alpha Keto-Glutarate yang akan memberikan precursor untuk rantai parsial dari “Krebs Cycle” dalam menghasilkan Oxaloacetate maupun Citrate.
Oxaloacetate ini adalah substrate Gluconeogenesis (Pembentukan Gula Baru) dimana sel kanker akan merubah Oxaloacetate menjadi Malate (melalui katalisasi Malic Enzyme), dan mentransportasikannya ke Cytosol, dan dilanjutkan ke jalur Gluconeogenesis untuk menghasilkan “Glukosa Baru” didalam sel.
Glukosa baru inilah sumber Precursor untuk jalur “Pentose Phosphate Pathway” yang Penting untuk memproduksi inti sel baru sebagai turunan sel Kanker. Dan tidak hanya itu, sel Kanker mengalami kegagalan kemampuan Oxidative di Mitochondria, dimana Citrate, yang dihasilkan dari kondensasi antara Oxaloacetate dan Acetyl CoA, tidak bisa dilanjutkan untuk memenuhi seluruh sirkulasi dari “Krebs Cycle”. Sehingga penumpukan Citrate di jalur ini, akan ditransportasikan ke Cytosol dan masuk kedalam jalur Sintesis Lipid dan Phospholipid. Hal ini sangat mendukung dalam pembelahan sel Kanker dimana, substrate untuk pembentukan membran sel bagi sel turunannya, mutlak diperlukan.
Ini sebabnya sel Kanker adalah sel yang memiliki keunggulan biologis, saat substrate utamanya yaitu GLUKOSA tersedia dalam jumlah banyak. Dan sudah jelas sekali dari cara kerja PET SCAN, didunia medis, dimana menunjukkan betapa kuatnya kemampuan Sel Kanker untuk menyedot Glukosa melalui GLUT-1 Reseptornya. Sehingga anomali dari karakter sel Kanker ini dijadikan acuan untuk mekanisme pendeteksian sel Kanker atau Metastase nya diseluruh tubuh manusia.
Keunggulan sel Kanker dibanding sel normal ini, didapat dari kemampuannya untuk melepas ikatan Mitochondria dari proses metabolisme Sel Kanker tersebut (Mitochondria Uncouppling). Hal ini sangat menguntungkan bagi sel Kanker, karena bila sel Kanker tidak bisa melepas pengaruh Mitochondria sebagai generator energi didalam sel, yang bersifat Oxidative (menggunakan Oksigen-O2) maka abnormalitas sel Kanker untuk membelah tanpa batas (infinite) sudah tentu akan terhambat.
pet-scan-kanker-normal
Mitochondria sebagai generator energi didalam sel normal, berfungsi untuk menghasilkan energi (ATP) dengan efisien. Dimana dengan menggunakan jalur Mitochondria, maka degradasi karbon dari makronutrisi (contohnya Glukosa) akan menghasilkan energi (ATP) dalam jumlah yang besar dan efisien. Kontras dengan sel kanker, yang melepas fungsi Mitochondria didalam sel nya. Sel Kanker memilih menggunakan jalur “Primitif” yaitu Fermentasi (Aerobic Glycolysis) untuk menghasilkan energi (ATP) selnya.
Cara kerja Fermentasi ini sangatlah tidak efisien, karena hasil dari degradasi 1 molekul Glukosa, hanya mampu menghasilkan net ATP sebanyak 2ATP. Kontras dengan sel normal yang mampu menghasilkan net ATP sebanyak 36 ATP dari proses oksidasi sempurna 1 molekul Glukosa, melalui Mitochondria (Oxidative Phosphorylation).
mitochondria
Lalu mengapa sel Kanker memilih jalur Fermentasi yang sangat tidak Efisien ini ?
Ternyata jawabannya adalah untuk kepentingan “Pembelahan Sel” yang cepat.
Karena sel Kanker membutuhkan Glukosa tidak hanya untuk respirasi menghasilkan energi saja, namun juga dibutuhkan untuk menghasilkan Biomass bagi kebutuhan pembelahan sel yang abnormal. Ini sebabnya sel Kanker membutuhkan dan selalu menggunakan jalur “Fermentasi” yang akan menghasilkan Substrate yang diperlukan bagi proses pembelahan sel yang CEPAT dan EFEKTIF, seperti meningkatnya aktivitas di jalur “Pentose Phosphate Pathway” untuk sintesis DNA/Inti Sel, dan meningkatnya aktivitas di jalur “de Novo Lipogenesis” untuk sintesis Lipid/Phospholipid sebagai bahan baku membran sel baru.
GLUKOSA adalah KUNCI dari perbedaan sel Kanker dan sel Normal.
dan GLUTAMINE adalah substrate pendukung bagi metabolisme sel Kanker untuk menghasilkan precursor yang mendukung jalur Anabolik nya (Oxaloacetate dan Citrate).
Sel Normal sebagai sel yang membelah dengan “ATURAN” selalu terkontrol oleh “Mitochondria” sebagai “Generator Energi” didalam sel. Dimana Mitochondria akan memicu Apoptosis (Sel Bunuh Diri) saat terjadi kegagalan secara menyeluruh dalam fungsi Mitochondria ini.
Namun Keuntungan sel Normal dalam menggunakan jalur oksidasi sempurna dari metabolisme sel melalui Mitochondria, adalah kemampuannya menggunakan berbagai substrate lain untuk menghasilkan Energi (ATP). Substrate itu adalah Glukosa, Amino Acid (Protein) dan Fatty Acid/Ketone (Lemak dan Turunannya).
Kontras dengan sel Kanker yang memiliki ketergantungan akan GLUKOSA secara mutlak. Dimana saat sel Kanker memilih untuk menggunakan jalur Fermentasi (Aerobic Glycolysis) secara dominan, maka berkurangnya substrate Glukosa akan sangat mempengaruhi kemampuannya untuk membelah/berkembang dan menekan eksistensinya didalam tubuh manusia.
Inilah kunci utama, pentingnya menghindari Glukosa (Karbo) dari sumber makanan, bagi penderita Kanker. Karena dengan dominasi Karbohidrat dimakanannya, otomatis akan memberikan keunggulan bagi sel Kanker untuk memperoleh bahan bakar Fermentasi. Sudah jelas pula saat Glukosa hadir dari sumber makanan (Exegenous) maka sel Kanker akan lebih unggul dalam menyedot ketersediaan Glukosa didarah dibandingkan sel-sel normal lain ditubuh.
Lihat cara kerja PET SCAN, bila sel normal memiliki kemampuan yang sama dengan sel Kanker, dalam menyedot GLUKOSA, maka sudah pasti PET SCAN tidak akan optimal dalam mendeteksi sel-sel Hipermetabolik seperti sel kanker ini.
Saat kita mengalihkan metabolisme kita menuju Ketosis (Metabolisme Lemak), maka kebutuhan akan Glukosa ditubuh, akan jauh berkurang. Kebutuhan Glukosa yang wajib ditubuh hanya sekitar 25% saat tubuh sudah masuk ke kondisi Ketosis yang optimal.
Dan kebutuhan Glukosa yang mutlak ini, akan sangat mudah dipenuhi oleh proses Gluconeogenesis (Pembentukan Gula Baru) di liver. Dimana saat kadar Glukosa menurun akibat hilangnya substrate Glukosa disirkulasi darah (Puasa dan Rendah Karbohidrat), maka tubuh akan beralih menggunakan Lemak sebagai bahan bakar utama diseluruh tubuh. Dimana liver juga akan mengubah Lemak bebas (Free Fatty Acid) menjadi Ketone (pengganti Glukosa di Otak) yang diperoleh dari Lipolysis (Degradasi Triglyceride) terhadap jaringan lemak cadangan ditubuh dan juga dari asupan makanan (Rasio Ketogenic).
Inilah keuntungan dari Adaptasi terhadap Puasa yang sebenarnya. Dimana manusia tidak lagi ketergantungan dengan Glukosa, yang sumbernya mutlak dari makanan. Dan dengan beralih ke metabolisme Lemak, maka Puasa menjadi hal yang sangat mudah dilakukan, dimana sumber energi sebenarnya manusia, yang juga disimpan dalam jumlah besar ditubuh (Jaringan Lemak) dapat dengan mudah diakses, dan menggantikan dominasi Glukosa yang hanya sedikit simpanannya ditubuh, dan sangat tergantung dari sumber makanan untuk mengisinya kembali.
Gluconeogenesis di Liver akan mencukupi kebutuhan glukosa yang mutlak ditubuh, walau dikondisi Ketosis sekalipun. Yaitu untuk sel-sel ditubuh yang tidak memiliki Mitochondria, seperti halnya sel-sel darah merah, dan 20% sel otak yang primitif.
Jadi sudah jelas, bahwa sel Kanker dan sel Normal, adalah sel yang memiliki perbedaan mutlak di cara respirasinya (Metabolisme) untuk menghasilkan Energi (ATP). Karena sel Kanker adalah sel yang sangat ketergantungan akan melimpahnya (dominasi) sumber Glukosa ditubuh. Karena cara menyimpangnya cara hidupnya, yang memilih jalur Fermentasi, demi memenuhi kebutuhan pembelahan sel yang abnormal dan tidak terkontrol.
Namun sel Normal sebagai sel yang memiliki sifat pembelahan yang terkontrol, jelas harus memiliki Mitochondria sebagai generator energi didalam sel yang efisien dalam menghasilkan energi (ATP), dan juga fungsi Mitochondria sebagai pengontrol atas pembelahan sel abnormal, menjadi ciri pembeda sel Normal dengan sel Kanker yang abnormal.
Protein dan Lemak, adalah substrate yang Essensial bagi kehidupan manusia. Dimana Protein dan Lemak merupakan bahan baku untuk energi (ATP) dna juga untuk sintesis sel baru didalam tubuh.
Jika cara melawan sel Kanker adalah dengan menghindari konsumsi Protein dan Lemak, maka sudah jelas akan merugikan sel normal pula sebagai sel yang butuh bahan baku untuk perbaikan dan regenerasi sel ditubuh.
Perbedaan utama dari utilisasi Protein dan Lemak ditubuh, antara sel Kanker dan sel Normal, terletak pada inisiasi penggunaannya. Dimana sel Kanker akan mengambil substrate amino acid (Protein) dan Lipid (Lemak) dari sirkulasi didarah, dan hanya sebagai tambahan bahan baku dari proses pembelahan sel abnormalnya sendiri yang sudah cepat, dan lebih mengandalkan utilisasi Glukosa di jalur fermentasi yang menyediakan sebagian besar kebutuhan produksi Nucleotide (biomass / Protein) dan Lipid (Membran sel / Lemak) untuk sel-sel turunannya.
Sedangkan sel-sel normal mengandalkan ketersediaan substrate amino acid (Protein) dan Lipid (Lemak) dari sirkulasi darah lebih banyak, untuk melakukan pembelahan sel yang normal dan terkontrol.
Sudah jelas bukan Protein dan Lemak yang harus dihindari, melainkan Glukosa (Karbohidrat) sebagai bahan baku Fermentasi yang paling utama di sel Kanker, dan bukan bahan baku essensial bagi manusia (Karbohidrat = Non Essensial).
Dengan beradaptasi ke metabolisme lemak, maka manusia akan menemukan kembali bahan bakar ideal yang sebenarnya. Bahan bakar yang memang diciptakan bagi manusia, saat Pola Hidup manusia tidak berlimpah dengan surplus makanan seperti saat ini. Metabolisme Lemak adalah metabolisme bertahan hidup manusia, dimana manusia itu makan untuk hidup (Sering Berpuasa), dan bukanlah hidup untuk makan (Selalu Makan).
Ingat apa penyebab Kanker didiri anda.. apakah karena sering berpuasa, atau karena sering makan ?
Ingat 3 fundamental penyakit dimanusia
Semua penyakit modern saat ini hanya berasal dari, Kepala, Mulut dan Aktivitas.
Kepala = Stress, dan Perilaku Negatif
Mulut = Selalu Makan dan Tidak membatasi diri
Aktivitas = Tidak aktif (Sedentary) atau bahkan bermalas-malasan.
Glukosa = Oxidative Stress diotak, dan mudah memicu Hypoglycemic, sehingga mewakili ekspresi negatif dari psikologi manusia.
Glukosa = Selalu Makan (Ketergantungan Makanan untuk sumber energi)
Glukosa = Memicu hyperglycemic, dan hyperinsulinemia, lalu membuat tubuh menjadi anabolik dan mengalami penurunan aktivitas.
Apakah sudah Ingat apa penyebab Penyakit yang dimiliki sekarang ? atau masih LUPA dan mencari apa yang harus dimakan untuk mengatasi Sakit yang dirasakan saat ini.
Dimana jawabannya sudah tersedia sejak awal masa.. yaitu PUASA
Be Smart, Be Wise
Knowledge is Power
Science doesn’t Lie, but People Does
By : Tyo Prasetyo

support by:
https://bekam-ponorogo.blogspot.com/


#kanker ponorogo, #pengobatan kanker ponorogo, #tumor ponorogo, #pengobatan tumor ponorogo, #bekam ponorogo, kanker ponorogo, pengobatan kanker ponorogo, tumor ponorogo, pengobatan tumor ponorogo, bekam ponorogo


Selasa, 25 Juni 2019

Kenapa harus rutin minum VCO

VCO atau Virgin coconut oil adalah minyak nabati yang terdapat pada daging kelapa segar (Cocos nucifera L.) atau santan. VCO merupakan minyak hasil ekstraksi tanpa menggunakan panas yang menyebabkan perubahan komposisi ataupun karakteristik minyak.  Proses pembuatan VCO dibuat dari buah kelapa segar dengan proses pengupasan dan pencucian, kemudian di peras hingga mendapatkan santan dan dilakukan proses pemisahan emulsi atau ekstraksi minyak. Proses produksi VCO dilakukan dengan cara mekanis atau alami.
VCO merupakan jenis lemak yang memiliki rantai karbon yang pendek (Medium Chain Triglyceride/MCT) yang mudah di pecah oleh Liver menjadi “Glycerol” (bahan pembuat glukosa) dan “Fatty Acid” (sebagai bahan metabolisme lemak dan untuk diproses lebih lanjut menjadi “Ketone” di liver).
Supplementasi dengan VCO ini, jelas akan menolong proses transisi tubuh menuju metabolisme lemak, dimana Liver akan lebih cepat memproduksi “Ketone” untuk segera menggantikan posisi glukosa yang mulai hilang ditubuh dalam Fastosis atau kondisi puasa.
Hal ini penting untuk membentuk “Transisi Halus” dari metabolisme glukosa ke metabolisme lemak ditubuh, dan mencegah efek “Hypoglycemic” yang mungkin terjadi atau menimbulkan gejala yang berlebihan. Namun seiring proses adaptasi “Ketosis” yang lebih sempurna, yang biasanya terjadi setelah periode 3 bulan program fastosis, maka VCO dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan dalam program fastosis. Karena saat tubuh sudah beradaptasi dengan Lemak dalam bentuk apapun, seperti terhadap tipe “Medium Chain Triglyceride” (MCT) maupun “Long Chain Triglyceride” (LCT). Tipe LCT ini merupakan tipe yang paling dominan ditubuh manusia lemak tubuh, dimana LCT ini merupakan tipe yang paling banyak ditemukan pada jaringan penyimpan lemak manusia (Adipose Tissue).
sumber : www.ketofastosis.com

Kegunaan lain dari VCO adalah untuk mengawetkan rasa kenyang kita sehingga kita tidak mudah lapar untuk makan makanan ringan / ngemil ataupun makan besar. Maka VCO sebenarnya cocok sekali dikonsumsi untuk orang orang yang program diet atau melangsingkan berat badan.
Memang kalau kita sudah terlanjur berat badan (BB) kita over dari berat badan ideal kita, biasanya diikuti perut kita agak besar baik pria ataupun wanita. Yang jelas pencernaan kita terlanjur sering di Bom oleh makanan makanan yang masuk ke perut kita yang banyak mengandung karbohidrat. Sehingga ukuran pencernaan kita lebih besar dibandingkan dari orang orang yang mempunyai berat badan normal / ideal. Sehingga ujung u8jungnya akan mudah sekali merasa lapar dan kalau makan sedikit saja akan masih terasa lapar.
Maka dari itu waspadalah terhadap berat badan (BB) kita, sebaiknya jaga pola makan kita. Makanlah yang seimbang dengan aktifitas kita jangan berlebihan.
Selamat mencoba minum VCO.

Apabila warga ponorogo sekitarnya butuh konsultasi terkait ketofastosis di wilayah ponorogo dan sekitarnya, kami bersedia untuk sharing ataupun yang menginginkan program diet / melangsingkan tubuh / menormalkan berat badan, maka kami siap membantu. Hubungi atau kontak kami di 082335611708 di Klinik Bekam Ponorogo, juga melayani herbal, akupuntur, ketofastosis di wilayah ponorogo. Yaitu dengan alamat di Jalan A. Yani Gg. II Perum Pakunden Asri No.5 Ponorogo dengan praktisi Bapak Hermawan.

Semoga kita selalu di berikan kesehatan oleh Allah SWT..aamiin.

bekam ponorogo, bekam di ponorogo, ketofastosis ponorogo, KF ponorogo, akupuntur ponorogo, herbal ponorogo, ponorogo
#bekamponorogo, #bekam ponorogo



Kamis, 26 Juli 2018

Kolesterol dan Asam Urat

Kolesterol dan asam urat selama ini dikambinghitamkan, padahal keduanya mempunyai fungsi dan peran sangat penting dalam tubuh manusia. Kolesterol ibarat gojeknya tubuh di darah, asam urat mempunyai fungsi sebagai antioksidan tubuh. Kadar asam urat naik merupakan reaksi tubuh untuk memerbaiki kerusakan persendian dan organ akibat gula darah yang tinggi. Itu sebabnya protokol KF mengharuskan gdp < 80, agar peran dan fungsi penting kolesterol dan asam urat diletakkan pada tempat yang benar serta tidak lagi dikambinghitamkan. Kenaikan itu sifatnya fisiologis, bukan patologis. Seandainya kita tidak memasukkan asupan apapun dalam tubuh selama katakan 3 hari, dan hanya memasukkan cairan saja, maka keduanya juga akan melejit naik, sedangkan gdp turun. Ketika kemudian di hari keempat asupan dimasukkan kembali, maka keduanya akan turun, gdp akan naik. Itulah buktinya bahwa keduanya bukan patologis, tetapi fisiologis semata.

Jadi, sesungguhnya kolesterol dan asam urat tidak perlu kita takuti karena  itu sumber energi dan sparring otot buat tubuh kita. Kalau bermetabolisme glukosa akan terjadi pemendekan rantai nukleotida dan perlengketan LDL pada dinding pembuluh darah.

Abaikan choles total
Abaikan LDL
Trigliserid < 100
HDL > 40
GDP < 80
Rasio trigliserid : HDL < 2



sumber : Komunitas KF, http://www.ketofastosis.com

bagi yang bermasalah dengan kesehatan bisa kontak atau meluncur ke Alamat :
Klinik Bekam – Akupuntur – Herbal Ponorogo yaitu :
Jl. A. Yani Gg. II Perumahan Pakunden Asri No.5 Ponorogo no.HP 082335611708

bekam ponorogo, bekam ponorogo, bekam di ponorogo, cahaya bekam ponorogo, terapi bekam ponorogo, alat bekam ponorogo, klinik bekam ponorogo, alamat bekam ponorogo, bekam, bekam, bekama coffee, bekamanagement, bekam untuk gout, beckham, bekam in english, beckham video, beckham jr, bekam hijamah, bekam meaning, ponorogo, ponorogo, ponorogo indonesia, ponorogo hot, ponorogo city center, ponorogo jawa timur,ponorogo hari ini, ponorogo map, ponorogo permai, ponorogo news, ponorogo wisata
 



Jumat, 20 April 2018

Karbohidrat

Klinik Bekam Ponorogo kali ini membahas masalah karbohidrat apakah merupakan unsur yang amat penting bagi metabolisme tubuh kita ? adakah metabolisme yang lain yang bisa digunakan selain karbohidrat ?

Karbohidrat merupakan sumber glukosa ditubuh yang diperoleh dari makanan sebagai sumber energi. Sedangkan glukosa sendiri merupakan molekul/substrate yang dapat diproduksi sendiri oleh tubuh disaat tidak ada sumber glukosa yang dikonsumsi dari makanan.
Tubuh dapat membuat sendiri glukosa yang dibutuhkan melalui proses “Gluconeogenesis” (pembuatan gula baru) yang terjadi di liver. Dimana glukosa diperoleh dari konversi “Glycerol” yang dipecah dari rantai “Triglyceride” (Lemak) yang diperoleh dari makanan maupun cadangan ditubuh. Lalu “Amino Acid” (Protein) juga dapat dirubah menjadi glukosa ditubuh menggunakan proses yang sama di liver.
Sumber lain yang dapat digunakan sebagai “bahan/substrate” untuk membentuk glukosa ditubuh adalah “asam laktat” (Lactic Acid) yang diperoleh dari hasil metabolisme energi oleh sel darah merah (Erythrocyte) dan sel otot yang mengalami kondisi rendah oksigen (Hypoxia) seperti saat berolahraga yang membuat otot mengalami “Kontraksi” dan menyebabkan oksigen berkurang dilokasi sel-sel otot yang bekerja. “Asam Laktat” ini dirubah menjadi glukosa kembali melalui proses yang disebut “Cori Cycle” di liver, dan glukosa yang dihasilkan akan diedarkan kembali kedarah melalui liver.
Acetone yang merupakan “by product” pada proses pembentukan “ketone” diliver saat dalam kondisi “Ketosis”, juga dapat dikonversi kembali menjadi glukosa dengan cara membentuknya kembali menjadi “asam laktat” melalui detoxifikasi di liver dan menggunakan proses “cori cycle” untuk dirubah kembali menjadi glukosa didarah.
Semua sel ditubuh manusia dapat menggunakan “Fatty Acid” (Lemak) maupun “Ketone” sebagai sumber bahan bakar yang menghasilkan energi didalam sel-sel tubuh. Namun ada beberapa jenis sel yang tidak bisa menggunakan bahan bakar lain selain glukosa, yaitu sel darah merah (Erythrocyte) dan 20% dari sel otak manusia yang masih primitif. Hal ini disebabkan sel-sel tersebut tidak memiliki “Mitochondria” (generator energi didalam sel), sehingga proses metabolismenya merupakan metabolisme glukosa yang menggunakan jalur “Fermentasi” yang menghasilkan “Asam Laktat” dan tidak memerlukan oksigen untuk meng”oksidasi” glukosa seperti halnya pada sel-sel lain ditubuh yang memiliki “Mitochondria”.
Dalam kondisi Ketosis, tubuh akan memproduksi glukosa yang hanya cukup dan sesuai dengan kebutuhan sel-sel yang memerlukannya seperti sel darah merah dan 20% sel otak ini, sehingga tidak akan ada kelebihan glukosa ditubuh seperti halnya saat diperoleh secara manual dari asupan makanan. Kondisi kenaikan glukosa di darah akibat konsumsi karbohidrat berlebih dari makanan, otomatis akan menaikkan level gula darah ditubuh, dan kemudian akan membutuhkan hormon insulin untuk kembali menekannya masuk kedalam sel-sel ditubuh untuk menjaga keseimbangan level gula darah yang aman ditubuh. Gula darah yang terlalu tinggi ditubuh akan sangat berbahaya bagi keseimbangan “kimiawi” didarah, karena glukosa merupakan molekul yang bersifat “Reductant” (dapat mereduksi elektron dari molekul lain) terhadap “protein” dan “lemak” didalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan “ketidak-stabilan” pada molekul-molekul lain dan membuat molekul lain yang “tereduksi” tersebut, menjadi mudah mengalami “Oksidasi” dari molekul radikal bebas (Reactive Oxygen Species) yang turut hadir didalam tubuh.
Ini yang menyebabkan terjadinya “Pengerasan” (Hardening) pada molekul yang sebelumnya tidak memiliki sifat “Keras/Kaku” ditubuh, seperti contohnya unsur protein yg seharusnya “elastis” dan unsur lemak yang seharusnya “lembut dan licin”.

sumber : http://www.ketofastosis.com/mengapa-karbohidrat-bukan-unsur-essential 

bagi yang bermasalah dengan kesehatan bisa kontak atau meluncur ke Alamat Klinik Bekam di Ponorogo yaitu :
Jl. A. Yani Gg. II Perumahan Pakunden Asri No.5 Ponorogo no.HP 082335611708

bekam ponorogo, bekam ponorogo, bekam di ponorogo, cahaya bekam ponorogo, terapi bekam ponorogo, alat bekam ponorogo, klinik bekam ponorogo, alamat bekam ponorogo, bekam, bekam, bekama coffee, bekamanagement, bekam untuk gout, beckham, bekam in english, beckham video, beckham jr, bekam hijamah, bekam meaning, ponorogo, ponorogo, ponorogo indonesia, ponorogo hot, ponorogo city center, ponorogo jawa timur,ponorogo hari ini, ponorogo map, ponorogo permai, ponorogo news, ponorogo wisata


Senin, 12 Maret 2018

Sel Kanker & Glukosa (Karbohidrat)

Klinik Bekam Ponorogo berusaha memaparkan sesuatu yang baru / update di seputaran kesehatan khususnya bagi warga kabupaten Ponorogo dan sekitarnya ;
Kali ini kita membahas Sel Kanker, semoga bermanfaat bagi kita semua :

Sel Kanker adalah sel yang memiliki karakter berkembang dan membelah cepat, dimana sel Kanker akan memproduksi kebutuhan untuk pembelahan sel nya melalui jalur Pentose Phosphate Pathway yang menghasilkan nucleotide dan ribosome untuk menghasilkan DNA bagi sel turunannya (daughter cells)
Selain itu sel Kanker juga menggunakan jalur "de Novo Lipogenesis" (Pembentukan Lemak didalam Sel) untuk mensuplai kebutuhan lipid dan phospolipid sebagai bahan baku sintesis membran sel bagi kebutuhan pembelahan sel turunannya.
Dari mana bahan baku untuk sel kanker berkembang ini?
GLUKOSA dan GLUTAMINE
2 substrate yang Non-Essensial ditubuh manusia dan dapat diproduksi sendiri didalam tubuh.
Glukosa merupakan sumber karbon yang sangat penting bagi sel Kanker, dimana degradasi rantai karbonnya dapat memberikan bahan baku untuk memproduksi sel-sel turunannya.
Glukosa adalah sumber karbon utama dalam jalur "Pentose Phosphate Pathway" (Jalur produksi Nucleotide) yang sangat penting untuk sintesis DNA dan Nucleus (inti sel) bagi sel Kanker.
Selain itu glukosa merupakan sumber bahan baku pembentukan Lipid (Lemak) didalam sel, dimana Citrate sebagai hasil turunan Acetyl CoA didalam rantai "Krebs Cycle" akan ditransportasikan ke Cytosol untuk menjadi bahan baku pembentukan Lipid dan Phospolipid dijalur "Fatty Acid Synthesis".
Glutamine sebagai salah satu rantai amino acid, adalah precursor yang dapat digunakan untuk membentuk turunan Glukosa di dalam sel.
Glutaminolysis adalah jalur metabolisme Glutamine untuk menghasilkan Oxaloacetate dan Citrate yang dapat digunakan sebagai substrate dijalur anabolik sel Kanker.
Glutamine akan dirubah menjadi Glutamate, lalu akan dilanjutkan menjadi Alpha Keto-Glutarate yang akan memberikan precursor untuk rantai parsial dari "Krebs Cycle" dalam menghasilkan Oxaloacetate maupun Citrate.
Oxaloacetate ini adalah substrate Gluconeogenesis (Pembentukan Gula Baru) dimana sel kanker akan merubah Oxaloacetate menjadi Malate (melalui katalisasi Malic Enzyme), dan mentransportasikannya ke Cytosol, dan dilanjutkan ke jalur Gluconeogenesis untuk menghasilkan "Glukosa Baru" didalam sel.
Glukosa baru inilah sumber Precursor untuk jalur "Pentose Phosphate Pathway" yang Penting untuk memproduksi inti sel baru sebagai turunan sel Kanker.
Dan tidak hanya itu, sel Kanker mengalami kegagalan kemampuan Oxidative di Mitochondria, dimana Citrate, yang dihasilkan dari kondensasi antara Oxaloacetate dan Acetyl CoA, tidak bisa dilanjutkan untuk memenuhi seluruh sirkulasi dari "Krebs Cycle". Sehingga penumpukan Citrate di jalur ini, akan ditransportasikan ke Cytosol dan masuk kedalam jalur Sintesis Lipid dan Phospholipid.
Hal ini sangat mendukung dalam pembelahan sel Kanker dimana, substrate untuk pembentukan membran sel bagi sel turunannya, mutlak diperlukan. Ini sebabnya sel Kanker adalah sel yang memiliki keunggulan biologis, saat substrate utamanya yaitu GLUKOSA tersedia dalam jumlah banyak.
Dan sudah jelas sekali dari cara kerja PET SCAN, didunia medis, dimana menunjukkan betapa kuatnya kemampuan Sel Kanker untuk menyedot Glukosa melalui GLUT-1 Reseptornya. Sehingga anomali dari karakter sel Kanker ini dijadikan acuan untuk mekanisme pendeteksian sel Kanker atau Metastase nya diseluruh tubuh manusia.
Keunggulan sel Kanker dibanding sel normal ini, didapat dari kemampuannya untuk melepas ikatan Mitochondria dari proses metabolisme Sel Kanker tersebut (Mitochondria Uncouppling).
Hal ini sangat menguntungkan bagi sel Kanker, karena bila sel Kanker tidak bisa melepas pengaruh Mitochondria sebagai generator energi didalam sel, yang bersifat Oxidative (menggunakan Oksigen-O2) maka abnormalitas sel Kanker untuk membelah tanpa batas (infinite) sudah tentu akan terhambat.
Mitochondria sebagai generator energi didalam sel normal, berfungsi untuk menghasilkan energi (ATP) dengan efisien. Dimana dengan menggunakan jalur Mitochondria, maka degradasi karbon dari makronutrisi (contohnya Glukosa) akan menghasilkan energi (ATP) dalam jumlah yang besar dan efisien.
Kontras dengan sel kanker, yang melepas fungsi Mitochondria didalam sel nya. Sel Kanker memilih menggunakan jalur "Primitif" yaitu Fermentasi (Aerobic Glycolysis) untuk menghasilkan energi (ATP) selnya.
Cara kerja Fermentasi ini sangatlah tidak efisien, karena hasil dari degradasi 1 molekul Glukosa, hanya mampu menghasilkan net ATP sebanyak 2ATP. Kontras dengan sel normal yang mampu menghasilkan net ATP sebanyak 36 ATP dari proses oksidasi sempurna 1 molekul Glukosa, melalui Mitochondria (Oxidative Phosphorylation).
Lalu mengapa sel Kanker memilih jalur Fermentasi yang sangat tidak Efisien ini?
Ternyata jawabannya adalah untuk kepentingan "Pembelahan Sel" yang cepat.
Karena sel Kanker membutuhkan Glukosa tidak hanya untuk respirasi menghasilkan energi saja, namun juga dibutuhkan untuk menghasilkan Biomass bagi kebutuhan pembelahan sel yang abnormal.
Ini sebabnya sel Kanker membutuhkan dan selalu menggunakan jalur "Fermentasi" yang akan menghasilkan Substrate yang diperlukan bagi proses pembelahan sel yang CEPAT dan EFEKTIF, seperti meningkatnya aktivitas di jalur "Pentose Phosphate Pathway" untuk sintesis DNA/Inti Sel, dan meningkatnya aktivitas di jalur "de Novo Lipogenesis" untuk sintesis Lipid/Phospholipid sebagai bahan baku membran sel baru.
GLUKOSA adalah KUNCI dari perbedaan sel Kanker dan sel Normal.
dan GLUTAMINE adalah substrate pendukung bagi metabolisme sel Kanker untuk menghasilkan precursor yang mendukung jalur Anabolik nya (Oxaloacetate dan Citrate).
Sel Normal sebagai sel yang membelah dengan "ATURAN" selalu terkontrol oleh "Mitochondria" sebagai "Generator Energi" didalam sel. Dimana Mitochondria akan memicu Apoptosis (Sel Bunuh Diri) saat terjadi kegagalan secara menyeluruh dalam fungsi Mitochondria ini.
Namun Keuntungan sel Normal dalam menggunakan jalur oksidasi sempurna dari metabolisme sel melalui Mitochondria, adalah kemampuannya menggunakan berbagai substrate lain untuk menghasilkan Energi (ATP).
Substrate itu adalah Glukosa, Amino Acid (Protein) dan Fatty Acid/Ketone (Lemak dan Turunannya)
Kontras dengan sel Kanker yang memiliki ketergantungan akan GLUKOSA secara mutlak. Dimana saat sel Kanker memilih untuk menggunakan jalur Fermentasi (Aerobic Glycolysis) secara dominan, maka berkurangnya substrate Glukosa akan sangat mempengaruhi kemampuannya untuk membelah/berkembang dan menekan eksistensinya didalam tubuh manusia.
Inilah kunci utama, pentingnya menghindari Glukosa (Karbo) dari sumber makanan, bagi penderita Kanker. Karena dengan dominasi Karbohidrat dimakanannya, otomatis akan memberikan keunggulan bagi sel Kanker untuk memperoleh bahan bakar Fermentasi.
Sudah jelas pula saat Glukosa hadir dari sumber makanan (Exegenous) maka sel Kanker akan lebih unggul dalam menyedot ketersediaan Glukosa didarah dibandingkan sel-sel normal lain ditubuh.
Lihat cara kerja PET SCAN, bila sel normal memiliki kemampuan yang sama dengan sel Kanker, dalam menyedot GLUKOSA, maka sudah pasti PET SCAN tidak akan optimal dalam mendeteksi sel-sel Hipermetabolik seperti sel kanker ini.
Saat kita mengalihkan metabolisme kita menuju Ketosis (Metabolisme Lemak), maka kebutuhan akan Glukosa ditubuh, akan jauh berkurang.
Kebutuhan Glukosa yang wajib ditubuh hanya sekitar 25% saat tubuh sudah masuk ke kondisi Ketosis yang optimal.
Dan kebutuhan Glukosa yang mutlak ini, akan sangat mudah dipenuhi oleh proses Gluconeogenesis (Pembentukan Gula Baru) di liver. Dimana saat kadar Glukosa menurun akibat hilangnya substrate Glukosa disirkulasi darah (Puasa dan Rendah Karbohidrat), maka tubuh akan beralih menggunakan Lemak sebagai bahan bakar utama diseluruh tubuh.
Dimana liver juga akan mengubah Lemak bebas (Free Fatty Acid) menjadi Ketone (pengganti Glukosa di Otak) yang diperoleh dari Lipolysis (Degradasi Triglyceride) terhadap jaringan lemak cadangan ditubuh dan juga dari asupan makanan (Rasio Ketogenic).
Inilah keuntungan dari Adaptasi terhadap Puasa yang sebenarnya. Dimana manusia tidak lagi ketergantungan dengan Glukosa, yang sumbernya mutlak dari makanan.
Dan dengan beralih ke metabolisme Lemak, maka Puasa menjadi hal yang sangat mudah dilakukan, dimana sumber energi sebenarnya manusia, yang juga disimpan dalam jumlah besar ditubuh (Jaringan Lemak) dapat dengan mudah diakses, dan menggantikan dominasi Glukosa yang hanya sedikit simpanannya ditubuh, dan sangat tergantung dari sumber makanan untuk mengisinya kembali.
Gluconeogenesis di Liver akan mencukupi kebutuhan glukosa yang mutlak ditubuh, walau dikondisi Ketosis sekalipun. Yaitu untuk sel-sel ditubuh yang tidak memiliki Mitochondria, seperti halnya sel-sel darah merah, dan 20% sel otak yang primitif.
Jadi sudah jelas, bahwa sel Kanker dan sel Normal, adalah sel yang memiliki perbedaan mutlak di cara respirasinya (Metabolisme) untuk menghasilkan Energi (ATP).
Karena sel Kanker adalah sel yang sangat ketergantungan akan melimpahnya (dominasi) sumber Glukosa ditubuh. Karena cara menyimpangnya cara hidupnya, yang memilih jalur Fermentasi, demi memenuhi kebutuhan pembelahan sel yang abnormal dan tidak terkontrol.
Namun sel Normal sebagai sel yang memiliki sifat pembelahan yang terkontrol, jelas harus memiliki Mitochondria sebagai generator energi didalam sel yang efisien dalam menghasilkan energi (ATP), dan juga fungsi Mitochondria sebagai pengontrol atas pembelahan sel abnormal, menjadi ciri pembeda sel Normal dengan sel Kanker yang abnormal.
Protein dan Lemak, adalah substrate yang Essensial bagi kehidupan manusia. Dimana Protein dan Lemak merupakan bahan baku untuk energi (ATP) dna juga untuk sintesis sel baru didalam tubuh.
Jika cara melawan sel Kanker adalah dengan menghindari konsumsi Protein dan Lemak, maka sudah jelas akan merugikan sel normal pula sebagai sel yang butuh bahan baku untuk perbaikan dan regenerasi sel ditubuh.
Perbedaan utama dari utilisasi Protein dan Lemak ditubuh, antara sel Kanker dan sel Normal, terletak pada inisiasi penggunaannya.
Dimana sel Kanker akan mengambil substrate amino acid (Protein) dan Lipid (Lemak) dari sirkulasi didarah, han hanya sebagai tambahan bahan baku dari proses pembelahan sel abnormalnya sendiri yang sudah cepat, dan lebih mengandalkan utilisasi Glukosa di jalur fermentasi yang menyediakan sebagian besar kebutuhan produksi Nucleotide (biomass / Protein) dan Lipid (Membran sel / Lemak) untuk sel-sel turunannya.
Sedangkan sel-sel normal mengandalkan ketersediaan substrate amino acid (Protein) dan Lipid (Lemak) dari sirkulasi darah lebih banyak, untuk melakukan pembelahan sel yang normal dan terkontrol.
Sudah jelas bukan Protein dan Lemak yang harus dihindari, melainkan Glukosa (Karbohidrat) sebagai bahan baku Fermentasi yang paling utama di sel Kanker, dan bukan bahan baku essensial bagi manusia (Karbohidrat = Non Essensial).
Dengan beradaptasi ke metabolisme lemak, maka manusia akan menemukan kembali bahan bakar ideal yang sebenarnya. Bahan bakar yang memang diciptakan bagi manusia, saat Pola Hidup manusia tidak berlimpah dengan surplus makanan seperti saat ini.
Metabolisme Lemak adalah metabolisme bertahan hidup manusia, dimana manusia itu makan untuk hidup (Sering Berpuasa), dan bukanlah hidup untuk makan (Selalu Makan).
Ingat apa penyebab Kanker didiri anda.. apakah karena sering berpuasa, atau karena sering makan?
Ingat 3 fundamental penyakit dimanusia
Semua penyakit modern saat ini hanya berasal dari, Kepala, Mulut dan Aktivitas.
Kepala = Stress, dan Perilaku Negatif
Mulut = Selalu Makan dan Tidak membatasi diri
Aktivitas = Tidak aktif (Sedentary) atau bahkan bermalas-malasan
Glukosa = Oxidative Stress diotak, dan mudah memicu Hypoglycemic, sehingga mewakili ekspresi negatif dari psikologi manusia
Glukosa = Selalu Makan (Ketergantungan Makanan untuk sumber energi)
Glukosa = Memicu hyperglycemic, dan hyperinsulinemia, lalu membuat tubuh menjadi anabolik dan mengalami penurunan aktivitas
Apakah sudah Ingat apa penyebab Penyakit yang dimiliki sekarang? atau masih LUPA dan mencari apa yang harus dimakan untuk mengatasi Sakit yang dirasakan saat ini.
Dimana jawabannya sudah tersedia sejak awal masa.. yaitu PUASA
Be Smart, Be Wise
Knowledge is Power
Science doesn't Lie, but People Does

by : tyo prasetyo

Alamat  Terapi Bekam  umumnya se eks karisedenan madiun khususnya di wilayah kabupaten ponorogo yaitu :
Jl. A. Yani Gg. II Perumahan Pakunden Asri No.5 Ponorogo


bekam ponorogo, bekam ponorogo, bekam di ponorogo, cahaya bekam ponorogo, terapi bekam ponorogo, alat bekam ponorogo, klinik bekam ponorogo, alamat bekam ponorogo, bekam, bekam, bekama coffee, bekamanagement, bekam untuk gout, beckham, bekam in english, beckham video, beckham jr, bekam hijamah, bekam meaning, ponorogo, ponorogo, ponorogo indonesia, ponorogo hot, ponorogo city center, ponorogo jawa timur,ponorogo hari ini, ponorogo map, ponorogo permai, ponorogo news, ponorogo wisata

Jumat, 01 April 2016

Kisah Ajaib Imam Bukhari Sembuh dari Kebutaan

Sewaktu masih kecil, Muhammad bin Ismail -yang kelak lebih dikenal dengan nama Imam Bukhari- mengalami sakit mata hingga mengakibatkan kebutaan.

Waktu itu, Imam Bukhari merupakan anak yatim karena ayahnya telah wafat. Ia dibesarkan dan dididik oleh ibunya.

Sang ibunda merupakan muslimah yang shalihah dan taat beribadah. Ibadahnya semakin banyak tatkala buah hatinya mengalami kebutaan. Ia memperbanyak doa siang dan malam. Ketika siang ia sering berdoa dalam kondisi berpuasa. Sedang malamnya, ia tak luput dari qiyamul lail dan berdoa dengan penuh harap; munajat penuh khusyu’ hingga berderai air mata.

Demikian hari demi hari dilalui ibunda Imam Bukhari dengan penuh doa seraya berprasangka baik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hingga suatu malam ia bermimpi, didatangi oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

“Wahai muslimah, sungguh Allah telah mengembalikan kedua penglihatan putramu karena engkau sering berdoa kepadaNya,” kata Nabi Ibrahim dalam mimpi itu.

Paginya, keajaiban terjadi. Persis seperti mimpi itu. Dengan izin Allah, Imam Bukhari bisa melihat. Tak terbayang betapa perasaan bahagia memenuhi jiwa ibunda Imam Bukhari dan putranya. Mereka memuji Allah dan bersyukur kepadaNya atas nikmat tak terkira itu.

Bagaimana tidak, beberapa tahun kemudian anak itu tumbuh menjadi seorang ulama hadits terbaik. Imamnya para muhadditsin. Yang mampu menghafal 100.000 hadits shahih berikut sanad lengkapnya. Juga mampu menghafal 200.000 lebih hadits dhaif. Yang tak kalah menakjubkan, ia bisa menghafal isi kitab dengan sekali baca dan bisa menghafal hadits dan ucapan ulama dalam sekali dengar.

***

Kisah itu dituturkan Ibnu Hajar Al Asqalani dalam mukadimah Fathul Bari, kemudian dikutip Syaikh Ahmad Farid dalam Min ‘A’lam Salaf (60 Biografi Ulama Salaf) dan Jumuah Saad dalam Ummahat Shana’at A’lam (Ibunda Tokoh-Tokoh Teladan). Di dalamnya banyak hikmah, terutama untuk kita para orang tua.

Sudahkah kita berdoa sungguh-sungguh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk kebaikan anak-anak kita? Sudahkah kita berdoa sungguh-sungguh ketika ada masalah dengan anak-anak kita?

Kita tak bisa hanya mengandalkan ikhtiar manusiawi kita. Karena secerdas dan sekaya apa pun kita, sesungguhnya manusia sangatlah terbatas. Hanya Allah Yang Maha Kuasa. Hanya Dia yang mampu mengubah segalanya. Ud’uuni astajib lakum. “Berdoalah kepadaKu,” firman Allah, “niscaya Aku kabulkan.”

Ada seorang ayah yang anaknya rajin ke masjid. Masih kecil, namun rutin shalat jamaah di masjid tanpa disuruh. Ketika ditanya apa rahasianya, ia menjawab: “Sejak sebelum menikah, aku membiasakan berdoa ‘Rabbij’alnii muqiimash shalat wa min dzurriyati, Rabbana wataqabbal du’aa’

Ud’uuni astajib lakum. “Berdoalah kepadaKu,” firman Allah, “niscaya Aku kabulkan.” [Muchlisin BK/Tarbiyah.net]


tulisan : bekam ponorogo, pengobatan ponorogo, bekam madiun, bekam di karesidenan madiun, madiun, ponorogo, akupuntur ponorogo, herbal ponorogo, bekam di ponorogo, herbal di ponorogo, akupuntur di ponorogo, terapi bekam ponorogo, terapi bekam di ponorogo, klinik bekam ponorogo, klinik herbal di ponorogo, klinik akupuntur di ponorogo, tibhun nabawwi ponorogo, pengobatan di ponorogo.