Tampilkan postingan dengan label buta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buta. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Maret 2021

Pengobatan mata gelap, Alhamdulillah bisa lebih jelas melihat

https://youtu.be/5WFRyyhsqgk

Faizah Griya Sehat (FGS) story .... 
(latepost)

Pasien datang jalan dituntun klrgnya Krn mata gelap, setelah diterapi TSI pulang sdh bisa pakai sendal dan jalan sendiri...

Pasien (59) datang digonceng motor, org tsb seperti menunggu kerabatnya yg joki td utk selesai mematikan motornya sampai menggandeng si pasien tersebut utk berjalan, ternyata matanya tdk bs melihat dgn jelas, hy sedikit ada cahaya disamping itu pun bayang bayang klo nengok ke samping malah gelap, jd klo ditanya tdk bs melihat wajah saya tp tahu disitu ada seperti bayangan orang tp gelap...... tetapi klo ada sinar atau cahaya sedikit saja silau, itu terjadi sktr 2 tahunan ini, tensi minimal 160, sakit pinggang, punggung sebelah kiri sakit, kaki yg sebelah kiri kebas kesemutan, ada anomali dipunggungnya. Selain itu pasien mempunyai keluhan diabetes sejak 10 tahun yang lalu...
Berawal dari keluarganya yg pernah diterapi TSI syaraf kejepit dan kaki kebas keduanya , merasakan progres membaik dulunya, lalu mengajak nya utk berikhtiar dgn pengobatan biomekanik ini yaitu Terapi Senam Indonesia (TSI) di FGS Ponorogo.

Anamnesa dilakukan secara detail mulai dari kepala sampai kaki dan kemudian terapis melakukan mirroring utk mengetahui penyimpangan pasien tersebut, lalu kita contohkan solusi gerakannya utk kembalikan puntiran atau normalkan penyimpangan tersebut.
 
Gerakan pertama pasien masih susah utk meniru gerakan solusinya karena memang matanya gelap jd harus menuntunnya posisi kaki, pinggul, dada, kepala, wajahnya menengok dan tangannya nanti digerakan kemana... 
Setelah beberapa kali dituntun dan dikoreksi krn pasien hanya mengandalkan pendengarannya agar benar benar gerakannya benar dan valid mengembalikan ke posisi semula dari penyimpangannya ..

Dengan izin Allah SWT, Alhamdulillah setelah gerakan pertama lalu diulang ulang, yg dirasakan seperti ada yang mengalir  ditubuhnya terutama di belakang leher, kepala dan sekitar mata...
Pasien kaget seketika seperti ada cahaya datang dan mendadak pandangan lebih jelas, pasien melihat lihat sekeliling rumah saya untuk melihat sesuatu yang baru lagi dilihatnya yg sepanjang dua tahun ini tdk bs dilihat... 
Alhamdulillah ya Allah, keluar ucapan syukur dari si pasien... pasien seolah tdk percaya apa yg terjadi dan bersyukur berulang ulang dan pasien pun terharu, sy pun ikut larut....  masyaAllah, Allahu Akbar..
Semoga kedepannya lebih baik lagi dan sehat kembali karena ada gerakan yg bisa dilakukan terapi mandiri dirumah oleh pasien...aamiin.

Setelah merasakan progres yang membaik pasien akhirnya pulang dan sudah bisa melihat jelas wajah saya,  pakai sandal sendiri dan jalan sendiri...ya Allah Alhamdulillah..Allahu Akbar.

Beberapa hari mendapat kabar bahwa pasien sdh bisa naik motor sendiri ..... Alhamdulillah.

Hanya ALLAH SWT yg mempunyai hak utk menyembuhkan, maka banyak-banyaklah berdo’a selain kita berikhtiar dan tawakal.
Semoga kita semua selalu diberi ni’mat kesehatan dan yg sakit segera di sembuhkan.....aamiin.

Ikuti kami di :
YouTube : FGS channel
https://youtu.be/5WFRyyhsqgk
Website : http://bekam-ponorogo.blogspot.com
kontak terapis di http://bit.ly/CpFGS_Ponorogo
Alamat : https://bit.ly/LokFGS_ponorogo
Fb : Fgs Ponorogo.

#matabuta, #buta, #mataGelap, #mata, #sakit, #diabetes, #kakiKebas, #pinggang, #TSI,#Ponorogo, #madiun, #magetan, #purwantoro, #wonogiri, #trenggalek, #ngawi, #pacitan, #terapi, #nganjuk, #pagotan, #sarangan, #dolopo, #caruban, #maospati, #saradan, #Mlilir,#GorangGareng, #Kabupaten, #Kota, #Reog

Jumat, 01 April 2016

Kisah Ajaib Imam Bukhari Sembuh dari Kebutaan

Sewaktu masih kecil, Muhammad bin Ismail -yang kelak lebih dikenal dengan nama Imam Bukhari- mengalami sakit mata hingga mengakibatkan kebutaan.

Waktu itu, Imam Bukhari merupakan anak yatim karena ayahnya telah wafat. Ia dibesarkan dan dididik oleh ibunya.

Sang ibunda merupakan muslimah yang shalihah dan taat beribadah. Ibadahnya semakin banyak tatkala buah hatinya mengalami kebutaan. Ia memperbanyak doa siang dan malam. Ketika siang ia sering berdoa dalam kondisi berpuasa. Sedang malamnya, ia tak luput dari qiyamul lail dan berdoa dengan penuh harap; munajat penuh khusyu’ hingga berderai air mata.

Demikian hari demi hari dilalui ibunda Imam Bukhari dengan penuh doa seraya berprasangka baik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hingga suatu malam ia bermimpi, didatangi oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

“Wahai muslimah, sungguh Allah telah mengembalikan kedua penglihatan putramu karena engkau sering berdoa kepadaNya,” kata Nabi Ibrahim dalam mimpi itu.

Paginya, keajaiban terjadi. Persis seperti mimpi itu. Dengan izin Allah, Imam Bukhari bisa melihat. Tak terbayang betapa perasaan bahagia memenuhi jiwa ibunda Imam Bukhari dan putranya. Mereka memuji Allah dan bersyukur kepadaNya atas nikmat tak terkira itu.

Bagaimana tidak, beberapa tahun kemudian anak itu tumbuh menjadi seorang ulama hadits terbaik. Imamnya para muhadditsin. Yang mampu menghafal 100.000 hadits shahih berikut sanad lengkapnya. Juga mampu menghafal 200.000 lebih hadits dhaif. Yang tak kalah menakjubkan, ia bisa menghafal isi kitab dengan sekali baca dan bisa menghafal hadits dan ucapan ulama dalam sekali dengar.

***

Kisah itu dituturkan Ibnu Hajar Al Asqalani dalam mukadimah Fathul Bari, kemudian dikutip Syaikh Ahmad Farid dalam Min ‘A’lam Salaf (60 Biografi Ulama Salaf) dan Jumuah Saad dalam Ummahat Shana’at A’lam (Ibunda Tokoh-Tokoh Teladan). Di dalamnya banyak hikmah, terutama untuk kita para orang tua.

Sudahkah kita berdoa sungguh-sungguh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk kebaikan anak-anak kita? Sudahkah kita berdoa sungguh-sungguh ketika ada masalah dengan anak-anak kita?

Kita tak bisa hanya mengandalkan ikhtiar manusiawi kita. Karena secerdas dan sekaya apa pun kita, sesungguhnya manusia sangatlah terbatas. Hanya Allah Yang Maha Kuasa. Hanya Dia yang mampu mengubah segalanya. Ud’uuni astajib lakum. “Berdoalah kepadaKu,” firman Allah, “niscaya Aku kabulkan.”

Ada seorang ayah yang anaknya rajin ke masjid. Masih kecil, namun rutin shalat jamaah di masjid tanpa disuruh. Ketika ditanya apa rahasianya, ia menjawab: “Sejak sebelum menikah, aku membiasakan berdoa ‘Rabbij’alnii muqiimash shalat wa min dzurriyati, Rabbana wataqabbal du’aa’

Ud’uuni astajib lakum. “Berdoalah kepadaKu,” firman Allah, “niscaya Aku kabulkan.” [Muchlisin BK/Tarbiyah.net]


tulisan : bekam ponorogo, pengobatan ponorogo, bekam madiun, bekam di karesidenan madiun, madiun, ponorogo, akupuntur ponorogo, herbal ponorogo, bekam di ponorogo, herbal di ponorogo, akupuntur di ponorogo, terapi bekam ponorogo, terapi bekam di ponorogo, klinik bekam ponorogo, klinik herbal di ponorogo, klinik akupuntur di ponorogo, tibhun nabawwi ponorogo, pengobatan di ponorogo.