Klinik Bekam Ponorogo berusaha memaparkan sesuatu yang baru / update di seputaran kesehatan khususnya bagi warga kabupaten Ponorogo dan sekitarnya ;
Kali ini kita membahas Sel Kanker, semoga bermanfaat bagi kita semua :
Sel Kanker adalah sel yang memiliki karakter berkembang dan membelah
cepat, dimana sel Kanker akan memproduksi kebutuhan untuk pembelahan sel
nya melalui jalur Pentose Phosphate Pathway yang menghasilkan
nucleotide dan ribosome untuk menghasilkan DNA bagi sel turunannya
(daughter cells)
Selain itu sel Kanker juga menggunakan jalur "de
Novo Lipogenesis" (Pembentukan Lemak didalam Sel) untuk mensuplai
kebutuhan lipid dan phospolipid sebagai bahan baku sintesis membran sel
bagi kebutuhan pembelahan sel turunannya.
Dari mana bahan baku untuk sel kanker berkembang ini?
GLUKOSA dan GLUTAMINE
2 substrate yang Non-Essensial ditubuh manusia dan dapat diproduksi sendiri didalam tubuh.
Glukosa merupakan sumber karbon yang sangat penting bagi sel Kanker,
dimana degradasi rantai karbonnya dapat memberikan bahan baku untuk
memproduksi sel-sel turunannya.
Glukosa adalah sumber karbon utama
dalam jalur "Pentose Phosphate Pathway" (Jalur produksi Nucleotide) yang
sangat penting untuk sintesis DNA dan Nucleus (inti sel) bagi sel
Kanker.
Selain itu glukosa merupakan sumber bahan baku pembentukan
Lipid (Lemak) didalam sel, dimana Citrate sebagai hasil turunan Acetyl
CoA didalam rantai "Krebs Cycle" akan ditransportasikan ke Cytosol untuk
menjadi bahan baku pembentukan Lipid dan Phospolipid dijalur "Fatty
Acid Synthesis".
Glutamine sebagai salah satu rantai amino acid,
adalah precursor yang dapat digunakan untuk membentuk turunan Glukosa
di dalam sel.
Glutaminolysis adalah jalur metabolisme Glutamine
untuk menghasilkan Oxaloacetate dan Citrate yang dapat digunakan sebagai
substrate dijalur anabolik sel Kanker.
Glutamine akan dirubah
menjadi Glutamate, lalu akan dilanjutkan menjadi Alpha Keto-Glutarate
yang akan memberikan precursor untuk rantai parsial dari "Krebs Cycle"
dalam menghasilkan Oxaloacetate maupun Citrate.
Oxaloacetate ini
adalah substrate Gluconeogenesis (Pembentukan Gula Baru) dimana sel
kanker akan merubah Oxaloacetate menjadi Malate (melalui katalisasi
Malic Enzyme), dan mentransportasikannya ke Cytosol, dan dilanjutkan ke
jalur Gluconeogenesis untuk menghasilkan "Glukosa Baru" didalam sel.
Glukosa baru inilah sumber Precursor untuk jalur "Pentose Phosphate
Pathway" yang Penting untuk memproduksi inti sel baru sebagai turunan
sel Kanker.
Dan tidak hanya itu, sel Kanker mengalami kegagalan
kemampuan Oxidative di Mitochondria, dimana Citrate, yang dihasilkan
dari kondensasi antara Oxaloacetate dan Acetyl CoA, tidak bisa
dilanjutkan untuk memenuhi seluruh sirkulasi dari "Krebs Cycle".
Sehingga penumpukan Citrate di jalur ini, akan ditransportasikan ke
Cytosol dan masuk kedalam jalur Sintesis Lipid dan Phospholipid.
Hal ini sangat mendukung dalam pembelahan sel Kanker dimana, substrate
untuk pembentukan membran sel bagi sel turunannya, mutlak diperlukan.
Ini sebabnya sel Kanker adalah sel yang memiliki keunggulan biologis,
saat substrate utamanya yaitu GLUKOSA tersedia dalam jumlah banyak.
Dan sudah jelas sekali dari cara kerja PET SCAN, didunia medis, dimana
menunjukkan betapa kuatnya kemampuan Sel Kanker untuk menyedot Glukosa
melalui GLUT-1 Reseptornya. Sehingga anomali dari karakter sel Kanker
ini dijadikan acuan untuk mekanisme pendeteksian sel Kanker atau
Metastase nya diseluruh tubuh manusia.
Keunggulan sel Kanker
dibanding sel normal ini, didapat dari kemampuannya untuk melepas ikatan
Mitochondria dari proses metabolisme Sel Kanker tersebut (Mitochondria
Uncouppling).
Hal ini sangat menguntungkan bagi sel Kanker, karena
bila sel Kanker tidak bisa melepas pengaruh Mitochondria sebagai
generator energi didalam sel, yang bersifat Oxidative (menggunakan
Oksigen-O2) maka abnormalitas sel Kanker untuk membelah tanpa batas
(infinite) sudah tentu akan terhambat.
Mitochondria sebagai
generator energi didalam sel normal, berfungsi untuk menghasilkan energi
(ATP) dengan efisien. Dimana dengan menggunakan jalur Mitochondria,
maka degradasi karbon dari makronutrisi (contohnya Glukosa) akan
menghasilkan energi (ATP) dalam jumlah yang besar dan efisien.
Kontras dengan sel kanker, yang melepas fungsi Mitochondria didalam sel
nya. Sel Kanker memilih menggunakan jalur "Primitif" yaitu Fermentasi
(Aerobic Glycolysis) untuk menghasilkan energi (ATP) selnya.
Cara
kerja Fermentasi ini sangatlah tidak efisien, karena hasil dari
degradasi 1 molekul Glukosa, hanya mampu menghasilkan net ATP sebanyak
2ATP. Kontras dengan sel normal yang mampu menghasilkan net ATP sebanyak
36 ATP dari proses oksidasi sempurna 1 molekul Glukosa, melalui
Mitochondria (Oxidative Phosphorylation).
Lalu mengapa sel Kanker memilih jalur Fermentasi yang sangat tidak Efisien ini?
Ternyata jawabannya adalah untuk kepentingan "Pembelahan Sel" yang cepat.
Karena sel Kanker membutuhkan Glukosa tidak hanya untuk respirasi
menghasilkan energi saja, namun juga dibutuhkan untuk menghasilkan
Biomass bagi kebutuhan pembelahan sel yang abnormal.
Ini sebabnya
sel Kanker membutuhkan dan selalu menggunakan jalur "Fermentasi" yang
akan menghasilkan Substrate yang diperlukan bagi proses pembelahan sel
yang CEPAT dan EFEKTIF, seperti meningkatnya aktivitas di jalur "Pentose
Phosphate Pathway" untuk sintesis DNA/Inti Sel, dan meningkatnya
aktivitas di jalur "de Novo Lipogenesis" untuk sintesis
Lipid/Phospholipid sebagai bahan baku membran sel baru.
GLUKOSA adalah KUNCI dari perbedaan sel Kanker dan sel Normal.
dan GLUTAMINE adalah substrate pendukung bagi metabolisme sel Kanker
untuk menghasilkan precursor yang mendukung jalur Anabolik nya
(Oxaloacetate dan Citrate).
Sel Normal sebagai sel yang membelah
dengan "ATURAN" selalu terkontrol oleh "Mitochondria" sebagai
"Generator Energi" didalam sel. Dimana Mitochondria akan memicu
Apoptosis (Sel Bunuh Diri) saat terjadi kegagalan secara menyeluruh
dalam fungsi Mitochondria ini.
Namun Keuntungan sel Normal dalam
menggunakan jalur oksidasi sempurna dari metabolisme sel melalui
Mitochondria, adalah kemampuannya menggunakan berbagai substrate lain
untuk menghasilkan Energi (ATP).
Substrate itu adalah Glukosa, Amino Acid (Protein) dan Fatty Acid/Ketone (Lemak dan Turunannya)
Kontras dengan sel Kanker yang memiliki ketergantungan akan GLUKOSA
secara mutlak. Dimana saat sel Kanker memilih untuk menggunakan jalur
Fermentasi (Aerobic Glycolysis) secara dominan, maka berkurangnya
substrate Glukosa akan sangat mempengaruhi kemampuannya untuk
membelah/berkembang dan menekan eksistensinya didalam tubuh manusia.
Inilah kunci utama, pentingnya menghindari Glukosa (Karbo) dari sumber
makanan, bagi penderita Kanker. Karena dengan dominasi Karbohidrat
dimakanannya, otomatis akan memberikan keunggulan bagi sel Kanker untuk
memperoleh bahan bakar Fermentasi.
Sudah jelas pula saat Glukosa
hadir dari sumber makanan (Exegenous) maka sel Kanker akan lebih unggul
dalam menyedot ketersediaan Glukosa didarah dibandingkan sel-sel normal
lain ditubuh.
Lihat cara kerja PET SCAN, bila sel normal memiliki
kemampuan yang sama dengan sel Kanker, dalam menyedot GLUKOSA, maka
sudah pasti PET SCAN tidak akan optimal dalam mendeteksi sel-sel
Hipermetabolik seperti sel kanker ini.
Saat kita mengalihkan
metabolisme kita menuju Ketosis (Metabolisme Lemak), maka kebutuhan akan
Glukosa ditubuh, akan jauh berkurang.
Kebutuhan Glukosa yang wajib ditubuh hanya sekitar 25% saat tubuh sudah masuk ke kondisi Ketosis yang optimal.
Dan kebutuhan Glukosa yang mutlak ini, akan sangat mudah dipenuhi oleh
proses Gluconeogenesis (Pembentukan Gula Baru) di liver. Dimana saat
kadar Glukosa menurun akibat hilangnya substrate Glukosa disirkulasi
darah (Puasa dan Rendah Karbohidrat), maka tubuh akan beralih
menggunakan Lemak sebagai bahan bakar utama diseluruh tubuh.
Dimana
liver juga akan mengubah Lemak bebas (Free Fatty Acid) menjadi Ketone
(pengganti Glukosa di Otak) yang diperoleh dari Lipolysis (Degradasi
Triglyceride) terhadap jaringan lemak cadangan ditubuh dan juga dari
asupan makanan (Rasio Ketogenic).
Inilah keuntungan dari
Adaptasi terhadap Puasa yang sebenarnya. Dimana manusia tidak lagi
ketergantungan dengan Glukosa, yang sumbernya mutlak dari makanan.
Dan dengan beralih ke metabolisme Lemak, maka Puasa menjadi hal yang
sangat mudah dilakukan, dimana sumber energi sebenarnya manusia, yang
juga disimpan dalam jumlah besar ditubuh (Jaringan Lemak) dapat dengan
mudah diakses, dan menggantikan dominasi Glukosa yang hanya sedikit
simpanannya ditubuh, dan sangat tergantung dari sumber makanan untuk
mengisinya kembali.
Gluconeogenesis di Liver akan mencukupi
kebutuhan glukosa yang mutlak ditubuh, walau dikondisi Ketosis
sekalipun. Yaitu untuk sel-sel ditubuh yang tidak memiliki Mitochondria,
seperti halnya sel-sel darah merah, dan 20% sel otak yang primitif.
Jadi sudah jelas, bahwa sel Kanker dan sel Normal, adalah sel yang
memiliki perbedaan mutlak di cara respirasinya (Metabolisme) untuk
menghasilkan Energi (ATP).
Karena sel Kanker adalah sel yang sangat
ketergantungan akan melimpahnya (dominasi) sumber Glukosa ditubuh.
Karena cara menyimpangnya cara hidupnya, yang memilih jalur Fermentasi,
demi memenuhi kebutuhan pembelahan sel yang abnormal dan tidak
terkontrol.
Namun sel Normal sebagai sel yang memiliki sifat
pembelahan yang terkontrol, jelas harus memiliki Mitochondria sebagai
generator energi didalam sel yang efisien dalam menghasilkan energi
(ATP), dan juga fungsi Mitochondria sebagai pengontrol atas pembelahan
sel abnormal, menjadi ciri pembeda sel Normal dengan sel Kanker yang
abnormal.
Protein dan Lemak, adalah substrate yang Essensial
bagi kehidupan manusia. Dimana Protein dan Lemak merupakan bahan baku
untuk energi (ATP) dna juga untuk sintesis sel baru didalam tubuh.
Jika cara melawan sel Kanker adalah dengan menghindari konsumsi Protein
dan Lemak, maka sudah jelas akan merugikan sel normal pula sebagai sel
yang butuh bahan baku untuk perbaikan dan regenerasi sel ditubuh.
Perbedaan utama dari utilisasi Protein dan Lemak ditubuh, antara sel
Kanker dan sel Normal, terletak pada inisiasi penggunaannya.
Dimana sel Kanker akan mengambil substrate amino acid (Protein) dan
Lipid (Lemak) dari sirkulasi didarah, han hanya sebagai tambahan bahan
baku dari proses pembelahan sel abnormalnya sendiri yang sudah cepat,
dan lebih mengandalkan utilisasi Glukosa di jalur fermentasi yang
menyediakan sebagian besar kebutuhan produksi Nucleotide (biomass /
Protein) dan Lipid (Membran sel / Lemak) untuk sel-sel turunannya.
Sedangkan sel-sel normal mengandalkan ketersediaan substrate amino acid
(Protein) dan Lipid (Lemak) dari sirkulasi darah lebih banyak, untuk
melakukan pembelahan sel yang normal dan terkontrol.
Sudah jelas
bukan Protein dan Lemak yang harus dihindari, melainkan Glukosa
(Karbohidrat) sebagai bahan baku Fermentasi yang paling utama di sel
Kanker, dan bukan bahan baku essensial bagi manusia (Karbohidrat = Non
Essensial).
Dengan beradaptasi ke metabolisme lemak, maka
manusia akan menemukan kembali bahan bakar ideal yang sebenarnya. Bahan
bakar yang memang diciptakan bagi manusia, saat Pola Hidup manusia tidak
berlimpah dengan surplus makanan seperti saat ini.
Metabolisme
Lemak adalah metabolisme bertahan hidup manusia, dimana manusia itu
makan untuk hidup (Sering Berpuasa), dan bukanlah hidup untuk makan
(Selalu Makan).
Ingat apa penyebab Kanker didiri anda.. apakah karena sering berpuasa, atau karena sering makan?
Ingat 3 fundamental penyakit dimanusia
Semua penyakit modern saat ini hanya berasal dari, Kepala, Mulut dan Aktivitas.
Kepala = Stress, dan Perilaku Negatif
Mulut = Selalu Makan dan Tidak membatasi diri
Aktivitas = Tidak aktif (Sedentary) atau bahkan bermalas-malasan
Glukosa = Oxidative Stress diotak, dan mudah memicu Hypoglycemic, sehingga mewakili ekspresi negatif dari psikologi manusia
Glukosa = Selalu Makan (Ketergantungan Makanan untuk sumber energi)
Glukosa = Memicu hyperglycemic, dan hyperinsulinemia, lalu membuat tubuh menjadi anabolik dan mengalami penurunan aktivitas
Apakah sudah Ingat apa penyebab Penyakit yang dimiliki sekarang? atau
masih LUPA dan mencari apa yang harus dimakan untuk mengatasi Sakit yang
dirasakan saat ini.
Dimana jawabannya sudah tersedia sejak awal masa.. yaitu PUASA
Be Smart, Be Wise
Knowledge is Power
Science doesn't Lie, but People Does
by : tyo prasetyo
Alamat Terapi Bekam umumnya se eks karisedenan madiun khususnya di wilayah kabupaten ponorogo yaitu :
Jl. A. Yani Gg. II Perumahan Pakunden Asri No.5 Ponorogo
bekam
ponorogo, bekam ponorogo, bekam di ponorogo, cahaya bekam ponorogo,
terapi bekam ponorogo, alat bekam ponorogo, klinik bekam ponorogo,
alamat bekam ponorogo, bekam, bekam, bekama coffee, bekamanagement,
bekam untuk gout, beckham, bekam in english, beckham video, beckham jr,
bekam hijamah, bekam meaning, ponorogo, ponorogo, ponorogo indonesia,
ponorogo hot, ponorogo city center, ponorogo jawa timur,ponorogo hari
ini, ponorogo map, ponorogo permai, ponorogo news, ponorogo wisata